Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register
  • Seorang aktivis diamankan saat penyergapan 19 aktivis Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) di Jalan Diponegoro, Salemba, Jakarta, Jum\'at petang (30/3). (Republika/Aditya Pradana Putra)

  • Petugas menembakkan gas air mata saat penyergapan 19 aktivis Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) di Jalan Diponegoro, Salemba, Jakarta, Jum\'at petang (30/3). (Republika/Aditya Pradana Putra)

  • Petugas mencari keberadaan 19 aktivis Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) di Jalan Diponegoro, Salemba, Jakarta, Jum\'at petang (30/3). (Republika/Aditya Pradana Putra)

  • Seorang aktivis diamankan saat penyergapan 19 aktivis Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) di Jalan Diponegoro, Salemba, Jakarta, Jum\'at petang (30/3). (Republika/Aditya Pradana Putra)

  • Seorang aktivis diamankan saat penyergapan 19 aktivis Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) di Jalan Diponegoro, Salemba, Jakarta, Jum\'at petang (30/3). (Republika/Aditya Pradana Putra)

  • Seorang aktivis diamankan saat penyergapan 19 aktivis Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) di Jalan Diponegoro, Salemba, Jakarta, Jum\'at petang (30/3). (Republika/Aditya Pradana Putra)

In Picture: Penyergapan Aktivis GMKI

Sabtu, 31 Maret 2012, 02:37 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Tampak beberapa aktivis diamankan saat penyergapan 19 aktivis Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) pengunjuk rasa menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Jalan Diponegoro, Salemba, Jakarta, Jum'at petang (30/3).

Penyergapan yang berkekuatan 150 personil polisi tersebut dilakukan karena demonstran tetap bersikukuh memblokir jalan dalam aksi mereka.

Redaktur : Sadly Rachman
2.685 reads
FOTO SEBELUMNYA
FOTO TERPOPULER
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda