Saturday, 8 Muharram 1436 / 01 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Asep Ruchimat Gunakan Cek Pelawat untuk Dana Kampanye

Wednesday, 21 March 2012, 11:28 WIB
Komentar : 1
Pengadilan Tipikor
Pengadilan Tipikor

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan anggota DPR RI periode 1999-2004 dari Fraksi Partai Golkar sekaligus terpidana perkara suap cek pelawat, Asep Ruchimat, Rabu (21/3) ini bersaksi untuk terdakwa Nunun Nurbaetie. Pada kesempatan itu, Asep mengaku menerima tiga lembar cek pelawat senilai Rp 150 juta. Dia pun mengaku menggunakan cek pelawat tersebut untuk dana kegiatan kampanye Pemilu 2004.

Beberapa hari setelah pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia yang memenangkan Miranda S Goeltom atau pada 28 Juni 2004, Asep mengaku ditemui oleh rekan satu fraksinya, Hamka Yandhu, di kantornya di DPR. Setelah bertemu, Hamka menyelipkan cek pelawat itu ke dalam jasnya.

Kemudian, Asep bertanya kepada Hamka untuk apa cek pelawat itu. Hamka menjawab bahwa tiga lembar cek pelawat yang seluruhnya senilai Rp 150 juta itu merupakan rezeki yang sebaiknya diterima saja oleh Asep. "Ya terus saya sampaikan ucapan terima kasih kepada Hamka," kata Asep mengenang peristiwa itu di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Asep mengaku, tiga lembar cek pelawat Bank Internasional Indonesia (BII) itu ia cairkan keesokan harinya. Uangnya kemudian ia gunakan untuk keperluan kampanye pemilu legislatif maupun presiden pada 2004. "Saya gunakan untuk membeli keperluan kampanye seperti spanduk, kaos, dan sebagainya," kata Asep.

Menurut Asep, ia melakukan hal demikian lantaran Partai Golkar tidak menyediakan dana kampanye untuk kader-kadernya. Sehingga, ia berkesimpulan para kadernya harus mencari sendiri dana kampanyenya. "Ya pandai-pandai kita lah," kata Asep.

Saat ditanya soal motif pemberian cek pelawat, Asep mengatakan tidak tahu bahwa pemberian tersebut terkait dengan pemenangan Miranda S Goeltom sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia. Meskipun dirinya memilih Miranda, kata Asep, tetapi hal tersebut ia yakini karena Miranda memiliki kemampuan untuk menjabat jabatan itu.

Reporter : Muhammad Hafil
Redaktur : Didi Purwadi
Sesungguhnya Allah SWT mengampuni beberapa kesalahan umatku yang disebabkan karena keliru, karena lupa, dan karena dipaksa (HR Ibnu Majah, Baihaqi, dan lain-lain)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Soal DPR Tandingan, Ketua DPD:Tunjukkan Semangat Merah Putih untuk Indonesia Hebat
JAKARTA -- Koalisi Indonesia Hebat (KIH) membentuk DPR tandingan. Kepada wartawan, Jumat (31/10) ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Irman Gusman turut prihatin. Ia...