Kamis, 8 Zulhijjah 1435 / 02 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

60 Pejabat Kemenkumham Ikuti Tes Urine

Jumat, 09 Maret 2012, 13:41 WIB
Komentar : 0
Republika/Edwin Dwi Putranto
menkumham amir syamsuddin (tengah)
menkumham amir syamsuddin (tengah)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -– Sebanyak 60 pejabat Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), mulai dari setingkat menteri hingga Eselon 2 melakukan tes urine, Jumat (9/3). Upaya tersebut, kata Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Amir Syamsuddin, dilakukan demi mensterilkan para pengurus dari narkotika. Sebab, pihaknya menganggap masalah narkoba sudah menjadi masalah nasional.

“Karena itu harus disterilkan,” kata Menkumham usai melaksanakan tes urine di Kantor Kemenkumham, di Jakarta, Jumat (9/3). Menurut dia, sebagai pengelola rumah tahanan (rutan) di mana warga binaannya notabene dihuni pengedar narkoba, sangatlah wajar jika tes itu dilakukan. Pasalnya, para pengelola harus bersih dari penggunaan narkoba.

Amir mengatakan, pelaksanaan tes urine adalah kali perdana dilakukan Kemenkumham. Menurut dia, penyelenggaran tes urine tersebut akan dilaksanakan pihaknya secara berkelanjutan. Juga akan menyasar seluruh pengambil kebijakan mulai dari Menteri dan pejabat yang akan mengemban tugas. 

Jika ada yang terbukti menggunakan narkoba, kata dia, maka dengan sendirinya akan diberhentikan dari jabatannya. Selain itu, juga tidak akan mendapat promosi peningkatan jabatan.

Reporter : Ahmad Reza Safitri
Redaktur : Dewi Mardiani
Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.(QS Al-Baqarah: 39)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar