Kamis, 29 Zulhijjah 1435 / 23 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Mantap, BNN Gagalkan Penyelundupan Sabu 12 Kilogram

Rabu, 08 Februari 2012, 18:44 WIB
Komentar : 0
rilisindonesia.com
Narkotika jenis shabu-shabu.
Narkotika jenis shabu-shabu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Barang haram narkoba jenis sabu sebanyak 12 kilogram dari Iran yang berusaha 'memasuki' Jakarta digagalkan Badan Narkotika Nasional (BNN). Keberhasilan itu diungkapkan Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN), Tommy Sagima di kantor BNN Jakarta, Rabu (8/2).

BNN menangkap lima orang pelaku penyeludupan sabu senilai Rp 24 miliar. ''Dari pengintaian 1,5 bulan yang lalu, sabu ini diselundupkan melalui Medan, Sumatera Utara," papar Tommy Sagima yang mengadakan jumpa pers yang didampingi Direktur Pemberantasan dan Pengejaran BNN, Benny Mamoto.

Medan, ungkapnya, sudah lama di deteksi sebagai pelabuhan singgah, lalu dibawa ke Jakarta melalui jalan darat. "Jumlahnya 12 kilogram dan harganya 1,8 juta/kg senilai Rp 24 miliar."

Benny menjelaskan, proses pengungkapan terjadi pada Rabu (1/2), pukul 05.00 WIB, BNN menangkap A dan MY di Jalan Raya Tubagus Angke, Kelurahan Angke, Kecamatan Jelambar, Jakarta Barat. Keduanya tertangkap karena kedapatan menyimpan narkoba jenis sabu seberat 12 kilogram.

Reporter : Rusdy Nurdiansyah
Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
Buta yang paling buruk ialah buta hati.((HR. Asysyihaab))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Zulkifli Hasan: Halal Itu Budaya Indonesia
JAKARTA -- Predikat negara dengan penduduk mayoritas Islam terbesar di dunia, membuat produk halal menjadi sesuatu yang penting di Indonesia. Bahkan Ketua MPR...