Saturday, 8 Muharram 1436 / 01 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Kejagung akan Usut Jaksa Juprisal yang Ditangkap Polisi

Thursday, 02 February 2012, 20:27 WIB
Komentar : 0

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA- Seorang jaksa, Juprizal, dikabarkan ditangkap polisi karena menerima uang suap sebesar Rp 200 juta di Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Kamis (2/2). Kejaksaan Agung telah mendengar kabar tersebut dan akan turun ke lapangan untuk mengecek kabar tersebut.

"Beritanya masih simpang siur. Untuk jelasnya saya sudah minta laporan lengkap dari Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kepri," kata Jaksa Agung Muda Pengawas (JAM Was), Marwan Effendy, kepada paran wartawan, Kamis (2/2).

Marwan menambahkan pihaknya menerima dua informasi yang berbeda terkait penangkapan jaksa Juprizal terkait penerimaan suap. Berdasarkan versi pertama jaksa tersebut sedang melakukan pencarian data karena pihak yang dituju takut terbongkar perbuatannya. Maka dijebaklah dia seolah-olah mau memeras.

Sedangkan pada versi lainnya, kabarnya dua pihak ini (jaksa dan pemberi suap) sudah deal terlebih dahulu. Maka dari itu, pada saat akan transaksi Juprizal ditangkap. Kejaksaan Agung pun sedang mencari informasi yang lengkap mengenai tindak pidana jaksa itu. "Kita cari informasi lengkap dulu," tegas mantan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (JAM Pidsus) ini.

Reporter : Bilal Ramadhan
Redaktur : Taufik Rachman
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?((QS Ar Rahman))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Soal DPR Tandingan, Ketua DPD:Tunjukkan Semangat Merah Putih untuk Indonesia Hebat
JAKARTA -- Koalisi Indonesia Hebat (KIH) membentuk DPR tandingan. Kepada wartawan, Jumat (31/10) ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Irman Gusman turut prihatin. Ia...