Friday, 7 Muharram 1436 / 31 October 2014
find us on : 
  Login |  Register

Wa Ode Nurhayati Ditahan KPK

Thursday, 26 January 2012, 21:42 WIB
Komentar : 0
Antara
Wa Ode Nurhayati
Wa Ode Nurhayati

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (26/1), menahan tersangka kasus suap Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah (PPID) tahun 2010 Wa Ode Nurhayati. Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR itu dibawa penyidik KPK ke rumah tahanan (rutan) klas II A Pondok Bambu, Jakarta Timur.

Penahanan Nurhayati dilakukan sekitar pukul 20.55 WIB, setelah ia menjalani pemeriksaan KPK selama sembilan jam. Nurhayati terlihat menangis saat ditanya mengenai penahanannya.?

"Saya ikhlas menerima resiko ini, saya ditahan tapi saya menolak," kata Nurhayati.

Nurhayati dibawa ke rutan Pondok Bambu menggunakan mobil tahanan bernomor polisi B 8593 WU. Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan bahwa Nurhayati ditahan selama 20 hari ke depan. Alasan penahanan untuk memudahkan proses penyidikan kasus suap alokasi anggaran PPID.

"Untuk kelancaran penyidikan, tersangka WON kita tahan selama 20 hari ke depan," ucap Johan.

Selaku anggota Banggar DPR, Nurhayati diduga telah menerima imbalan terkait pengalokasian anggaran PPID untuk tiga wilayah di Nanggroe Aceh Darussalam. Atas perbuatannya itu, Nurhayati disangka melanggar pasal 12 huruf a atau b, pasal 5 ayat 2 dan atau pasal 11 UU Pemberantasan Korupsi junto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Reporter : Muhammad Hafil
Redaktur : Hafidz Muftisany
Tahukah engkau apa yang menghancurkan Islam?” Ia (Ziyad) berkata, aku menjawab, “Tidak tahu.” Umar bin Khattab RA berkata, “Yang menghancurkan Islam adalah penyimpangan orang berilmu, bantahan orang munafik terhadap Alquran, dan hukum (keputusan) para pemimpin yang menyesatkan.”(Riwayat Ad-Darimi, dan berkata Syaikh Husain Asad: isnadnya shahih))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
AS dan Dunia Islam Jalin Kerja Sama Lewat Keberagaman
JAKARTA -- Menjalin sebuah kerjasama dengan dunia islam menjadi tugas penting Shaarik H Zhafar sebagai utusan khusus Menteri luar negeri Amerika Serikat untuk...