Sabtu, 1 Muharram 1436 / 25 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Kontras: Segera Lakukan Moratorium Eksploitasi Sumber Daya Alam

Senin, 26 Desember 2011, 09:34 WIB
Komentar : 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras) menyesalkan aksi pembubaran dan penembakan warga Bima, Nusa Tenggara Barat oleh aparat kepolisian. Oleh karena itu, Kontras pun meminta Pemerintah segera menyusun moratorium eksploitasi sumber daya alam.

Menurut Koordinator Kontras, Haris Azhar, kabinet Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)  harus segera membuat moratorium tersebut. Hal ini menurut dia untuk mencegah terjadi konflik-konflik sengketa lahan di kemudian hari. Selanjutnya, pemerintah juga harus melakukan evaluasi kebijakan pertanahan yang menjadi sumber sengketa lahan.

Evaluasi ini, ucap dia, dilakukan agar pemerintah bisa segera menyusun Undang-Undang Agraria yang pro rakyat. Kemudian yang jauh lebih penting, tutur dia, seluruh pihak yang terlibat, mulai dari bupati hingga kapolres harus segera dibawa ke ranah hukum.

Azhar mensinyalir ada kolusi antara aparat serta Pemerintah Daerah dengan perusahaan yang terkait kasus tersebut. Hal ini karena Pemerintah Kabupaten Bima, menerbitkan SK 188 tentang Eksplorasi Pertambangan Emas di Kecamatan Sape dan Kecamatan Lambu. Namun, SK itu hanya mengizinkan perusahaan tertentu menambang emas dan menganggap pertambangan tradisional sebagai hal yang melawan hukum.

Azhar yakin, dengan menggeret seluruh pihak yang terlibat, maka akan menjadi solusi penegakan hukum di Indonesia. Sekaligus solusi agar tidak terjadi lagi kasus serupa di Tanah Air. "Cuma saya nggak yakin SBY menyelesaikan ini," ujarnya, Ahad (25/12). "Karena aparat dan perangkat Pemda yang terlibat adalah bawahan SBY sendiri."


Reporter : Ichsan Emrald Alamsyah
Redaktur : Chairul Akhmad
Tahukah engkau apa yang menghancurkan Islam?” Ia (Ziyad) berkata, aku menjawab, “Tidak tahu.” Umar bin Khattab RA berkata, “Yang menghancurkan Islam adalah penyimpangan orang berilmu, bantahan orang munafik terhadap Alquran, dan hukum (keputusan) para pemimpin yang menyesatkan.”(Riwayat Ad-Darimi, dan berkata Syaikh Husain Asad: isnadnya shahih))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Hampir Sama dengan Sistem Pesawat, Pengemudi Truk Ini Bisa 'Selonjoran'
WASHINGTON DC -- Truk biasanya digunakan untuk mengantar barang jarak jauh. Kelelahan selalu menjadi kendala dari pengemudi truk. Akan hal itu Mercedes-Benz menciptakan...