Minggu, 20 Jumadil Akhir 1435 / 20 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Kasus Pembantaian di Mesuji Lampung dan Sumsel akan Diinvestigasi Polri

Rabu, 14 Desember 2011, 17:52 WIB
Komentar : 0
ilustrasi
ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Polri mengatakan kasus yang dilaporkan masyarakat Mesuji di DPR masih simpang siur. Pasalnya daerah Mesuji terdapat di dua provinsi yaitu Kabupaten Mesuji di Lampung sedangkan Kecamatan Mesuji, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) berada di Sumatera Selatan.

Mabes Polri pun menurunkan tim untuk melakukan investigasi di dua provinsi tersebut. "Akan ada investigasi terkait informasi dari masyarakat Mesuji, apakah masuk wilayah hukum Polda lampung atau Polda Sumsel," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Boy Rafli Amar, dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (14/12).

Boy menjelaskan pihaknya masih menunggu penelusuran tim apakah kasus yang dilaporkan masyarakat Mesuji terkait dengan konflik antara warga dengan perusahaan perkebunan atau bukan. Jika ada bahan yang kuat, Polri akan menelusurinya lebih lanjut.

Informasi yang disampaikan masyarakat Mesuji, lanjutnya, tetap akan ditelusuri untuk menentukan daerah mana tempat kejadian perkara dan sejauh mana penanganan polisi pada saat konflik itu berlangsung. Pihaknya juga akan mencermati kebenaran adanya tindak pidana seperti penganiayaan.

Mengenai rekaman video yang menunjukkan polisi melakukan pemenggalan warga Mesuji, ia mengatakan pihaknya akan memastikan terlebih dahulu kasusnya di mana. Pasalnya di Mesuji Lampung dan Sumsel memiliki kasus yang berbeda.

Kasus perebutan lahan antara warga Mesuji dan perusahaan kelapa sawit terjadi di Mesuji, Sumatera Selatan pada 21 April 2011 dengan korban jiwa tujuh orang.

"Akan dipastikan dulu apakah terkait di Lampung atau Sumsel, karena berbeda. Dari yang kita ketahui, pernah terjadi antar warga dan perusahaan, itu di Sumsel. Kalau di Lampung kita masih menunggu informasi," ujarnya.

Reporter : Bilal Ramadhan
Redaktur : Djibril Muhammad
Tahukah engkau apa yang menghancurkan Islam?” Ia (Ziyad) berkata, aku menjawab, “Tidak tahu.” Umar bin Khattab RA berkata, “Yang menghancurkan Islam adalah penyimpangan orang berilmu, bantahan orang munafik terhadap Alquran, dan hukum (keputusan) para pemimpin yang menyesatkan.”(Riwayat Ad-Darimi, dan berkata Syaikh Husain Asad: isnadnya shahih))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  jujuksf Jumat, 3 Februari 2012, 16:02
sebenarnya rakyat miskin yang menggaji polisi, bahkan buat makan anak istrinya juga duit rakyat
  pipi Senin, 19 Desember 2011, 12:12
d dunia ni da g da rsa kmnusiaan lgi.. hnya krn uang.. dgn sesma sling membunuh.. da mcem bntg ja mnusia d buat.. d mna hti nurani mrka...
  asyantibentok Jumat, 16 Desember 2011, 10:14
kasus-kasus ini banyak bangeeet.. termasuk di kalsel ada tokoh masyarakat yg bernama Haji Isam yang merampas tanah rakyat kecil di daerah batulicin.. didukung aparat, aparat di sana pengecut semua ngga berani membela rakkyatnya
  herdi Kamis, 15 Desember 2011, 17:15
waduuuuhhh kerja aparat keamana ngapain z nie makan gajih buta..gmana perang melawan negara luar ngurus masrakatnya z g becussss
  Budi Kamis, 15 Desember 2011, 16:23
buat surat yang kuat aja pak, dan buat batas wilayah pt dan warga