Sabtu, 8 Muharram 1436 / 01 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Korupsi Kemendiknas, Polisi Periksa 39 Saksi

Jumat, 22 Juli 2011, 17:19 WIB
Komentar : 0
Antara/Fanny Octavianus
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Anton Bachrul Alam.
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Anton Bachrul Alam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kasus korupsi dalam pengadaan alat pendidikan di Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) telah memasuki proses penyidikan. Penyidik Polri pun telah memeriksa sebanyak 39 orang saksi sejak kasus ini mulai ditangani Polri.

"Penyidik telah memeriksa 39 saksi," kata Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal Polisi Anton Bachrul Alam dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (22/7).

Anton menambahkan kasus korupsi tersebut mengenai empat paket di 30 provinsi di Indonesia. Sehingga penyidik memerlukan waktu yang cukup lama dalam menangani kasus korupsi tersebut. Menurut Anton, kasus tersebut telah diterbitkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP).

Meski telah diterbitkan SPDP, Anton enggan menyebutkan nama tersangka yang terlibat dalam kasus tersebut. "Nanti saja, penyidik belum bisa menyampaikannya," tegasnya.


Reporter : Bilal Ramadhan
Redaktur : cr01
Barang siapa yang memerhatikan kepentingan saudaranya, maka Allah akan memperhatikan kepentingannya. Dan barangsiapa yang menutupi kejelekan orang lain maka Allah akan menutupi kejelekannya di hari kiamat. ((HR Bukhari-Muslim))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Ini Pembahasan Presiden Rwanda dan Ketua DPD RI
JAKARTA --  Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Irman Gusman kedatangan Presiden Rwanda, Paul Kagame di Komplek Parlemen Senayan, Jumat (31/10). Ada beberapa hal...