Rabu, 23 Jumadil Akhir 1435 / 23 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Anna: Ruhut Sitompul Menangis Kayak Bayi Agar Pernikahannya di Manado tak Diungkap ke Publik

Senin, 18 Juli 2011, 12:59 WIB
Komentar : 0
Antara/Teresia May
Istri pertama pengacara kondang yang juga anggota DPR Ruhut Sitompul, Anna Rudhiantiana Legawati bersama pengacara Hotman Paris Hutapea memperlihatkan bukti pernikahan saat melakukan jumpa pers terkait pelaporan Ruhut Sitompul dan klarifikasi status perkaw
Istri pertama pengacara kondang yang juga anggota DPR Ruhut Sitompul, Anna Rudhiantiana Legawati bersama pengacara Hotman Paris Hutapea memperlihatkan bukti pernikahan saat melakukan jumpa pers terkait pelaporan Ruhut Sitompul dan klarifikasi status perkaw

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Ketua Departemen Komunikasi dan Informasi Partai Demokrat, Ruhut Sitompul menikah dengan isteri mudanya, Diana Leovita, di Manado pada 2008 lalu. Menurut isteri pertama Ruhut, Anna Rudiantiana Legawati, Ruhut pernah memohon hingga menangis seperti bayi saat ia mengancam akan mengungkapkan hubungannya dengan Diana kepada infotainment.

"Saya akan konferensi pers, wah dia (Ruhut) menangis kayak anak bayi saking takutnya menghadapi infotainment," kata Anna sebelum pemeriksaan sebagai saksi pelapor di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Senin (18/7).

Anna menambahkan karena takut ketahuan dengan wartawan, Ruhut pun menikahi Diana di Manado, Sulawesi Tengah. Pasalnya Ruhut merupakan publik figur dan menurutnya sebagian besar masyarakat Jakarta juga telah mengetahui isteri Ruhut Sitompul yang sah yaitu dirinya.

Dalam pemeriksaan sebagai saksi pelapor, ia juga akan menemukan dan menyerahkan bukti-bukti baru terkait penrikahan Ruhut di Manado. Pemeriksaan tersebut, ia juga akan membuat Berita Acara Pemeriksaan (BAP). "Saya menemukan bukti-bukti baru mengenai lokasi pernikahan Ruhut di Manado," ujarnya.

Reporter : Bilal Ramadhan
Redaktur : Djibril Muhammad
Mereka bertanya, "Ya Rasulullah, apakah kami berobat?" Beliau menjawab, "Ya, wahai hamba-hamba Allah. Sesungguhnya Allah meletakkan penyakit dan diletakkan pula penyembuhannya, kecuali satu penyakit yaitu penyakit ketuaan (pikun)".((HR. Ashabussunnah))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  herman Rabu, 20 Juli 2011, 20:06
kasian deh kamu.......ngomong doang. menikah kok sembunyi-sembunyi? makanya kalo ada yg minta ditrapkan sariat islam tum jangan halangin. kan enak tuh kalo poligami. ga'pelu ditutupi.....
  anton Selasa, 19 Juli 2011, 09:53
kalo manado bukan sulawesi tengah tapi sulawesi utara