Wednesday, 26 Ramadhan 1435 / 23 July 2014
find us on : 
  Login |  Register

Mantan Pejabat Pemda DKI Divonis Tiga Tahun Penjara

Monday, 11 July 2011, 18:05 WIB
Komentar : 0

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Majelis hakim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (11/7), memvonis bersalah mantan pejabat pembuat komitmen Dinas Perindustrian dan Energi DKI Jakarta, Charles Marpaung. Charles terbukti melakukan penggelembungan nilai proyek almatur pada 2009 lalu.

"Menyatakan bersalah dan menjatuhkan pidana kurungan kepada terdakwa Charles Marpaung 3 tahun penjara," kata Ketua Majelis Hakim,  Masrudin Nainggolan saat membacakan vonisnya di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (11/7).

Majelis hakim juga memutuskan Charles harus membayar denda sebesar Rp 150 juta subsider enam bulan penjara. Charles dinyatakan terbukti bersalah melanggar pasal 3 Undang-undang 31 tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi. Dalam vonisnya, hakim menilai, perbuatan Charles yang tidak melakukan survei terlebih dahulu, membuat rekanan memperoleh keuntungan yang tidak wajar.

Tindakan Charles ini terbongkar setelah BPKP menemukan adanya kejanggalan dalam proyek penerangan jalan pada Dinas Perindustrian dan energi Pemda DKI 2009. Kejanggalan tersebut akibat penggelembungan harga yang nilainya mencapai Rp. 11,15 miliar dalam proyek yang total nilainya sekitar Rp 20 miliar.

Reporter : Muhammad Hafil
Redaktur : Djibril Muhammad
Menguap adalah dari setan. Karena itu, apabila salah seorang dari kalian menguap, tutuplah serapat mungkin karena ketika salah seorang dari kalian berkata ‘huah’ (pada saat menguap), setan akan menertawakannya". (HR Bukhari)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar