Jumat, 3 Zulqaidah 1435 / 29 Agustus 2014
find us on : 
  Login |  Register

Angelina Sondakh Menolak Dibilang Terima Suap Seskemenpora

Senin, 09 Mei 2011, 14:28 WIB
Komentar : 1
Antara
Angelina Sondakh
Angelina Sondakh

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Wakil Sekjen Partai Demokrat Angelina Sondakh telah dimintai klarifikasi terkait namanya yang disebut terlibat dalam suap Sekretaris Kemenpora. Angie, sapaan akrabnya, telah memberikan keterangan sebelum terbang ke Belanda.

"Rekan-rekan sudah bertanya ke dia, dan dia membantah," ujar Ruhut 'Poltak' Sitompul, Ketua DPP bidang Komunikasi dan Informasi Demokrat di Gedung DPR, Senin (9/5).

Ruhut menyatakan, sesuai imbauan Ketua Dewan Pembina Demokrat sekaligus Presiden RI SBY, Demokrat tidak akan membela kadernya yang tersangkut kasus pidana, terutama kasus suap. Dengan demikian, M Nazaruddin dan Angie sama-sama membantah terlibat kasus Sesmenpora.

KPK menangkap Sesmenpora, Wafid Muharram bersama dua tersangka lainnya, Muhammad El Idris dari PT Duta Graha Indah dan Mirdo Rosalina Manulang. Nama terakhir disebut sebagai staf Nazariddin di perusahaan pribadinya. Ketiganya ditangkap KPK berikut bukti suap, tiga lembar cek senilai Rp 3,2 miliar.

PT DGI sendiri merupakan perusahaan pemenang tender proyek Wisma Atlet untuk SEA Games di Palembang. Rosalina menyatakan dirinya hanya diperintahkan atasannya untuk menemani El Idris menemui Muharram.

Sementara itu, Angie saat ini masih berada di Belanda dan tidak menghadiri Sidang Paripurna pertama sejak masa reses selama sebulan kemarin. "Ketua Fraksi sudah meminta Angie segera pulang. Kan, sudah masuk kerja," tambah Ruhut.

Sementara itu, Wakil Sekjen Demokrat, Saan Mustofa mengatakan, kepergian Angie tidak berurusan dengan partai maupun DPR.


Reporter : C41
Redaktur : Djibril Muhammad
Menguap adalah dari setan. Karena itu, apabila salah seorang dari kalian menguap, tutuplah serapat mungkin karena ketika salah seorang dari kalian berkata ‘huah’ (pada saat menguap), setan akan menertawakannya". (HR Bukhari)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar