Senin, 1 Syawwal 1435 / 28 Juli 2014
find us on : 
  Login |  Register

158 Pejabat Diduga Korupsi. KPK Mau Periksa, Tapi Izin dari Presiden Belum Keluar

Jumat, 06 Mei 2011, 19:12 WIB
Komentar : 0
Ketua KY Busyro Muqoddas
Ketua KY Busyro Muqoddas

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO-- Pemeriksaan terhadap 158 pejabat yang diduga terkait dengan korupsi hingga saat ini masih menunggu izin dari Presiden, kata Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), M. Busyro Muqodas.

"Mereka terdiri dari 150 pejabat daerah dan delapan gubernur yang tersangkut berbagai masalah, kini menunggu izin dari Presiden untuk diperiksa KPK," katanya saat penandatanganan kerja sama antara KPK dengan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan seminar mengenai penanganan korupsi, di Solo, Jumat.

Ia mengatakan, pelaku korupsi yang telah ditangani KPK tercatat sebanyak 245 orang. Mereka antara lain terdiri atas hakim (1), duta besar (4), kepala lembaga dan kementerian (6), komisioner (7), gubernur (8), wali kota dan bupati (22), lain-lain (26), anggota DPR dan DPRD (43), swasta (44), pejabat eselon I, II, serta III (84).

Hingga saat ini, katanya, Indonesia masih menduduki urutan keempat sebagai negara terkorup di Asia. Dana yang dikorupsi, katanya, bukan hanya APBN tetapi juga APBD.

Busyro mengatakan, jumlah sementara uang negara yang diselamatkan oleh KPK sebesar Rp7,9 triliun, sedangkan saat ini sekitar Rp50 triliun potensi kerugian negara dari kasus korupsi pembayaran pajak. "Kami akan segera kejar mengenai potensi kerugian negara sebesar tersebut dari tindak penyelewengan pajak itu. Dalam waktu dekat sudah bisa dilakukan," katanya.

Potensi kerugian negara atas kasus lainnya yaitu pendidikan lebih dari Rp204,2 miliar, kesehatan lebih dari Rp113,4 miliar, dan infrastruktur lebih dari Rp597,5 miliar. Selain itu, kehutanan lebih dari Rp2,3 triliun, minyak dan gas lebih dari Rp40,1 triliun, keuangan daerah lebih dari Rp1,3 triliun, dan perbankan lebih Rp1,8 triliun.

Redaktur : Stevy Maradona
Sumber : Antara
Barangsiapa mengobati sedang dia tidak dikenal sebagai ahli pengobatan maka dia bertanggung jawab((HR. Ibnu Majah))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Jadi Khatib Shalat Ied, Teuku Wisnu: Awalnya Saya Mau Mundur
 JAKARTA -- Teuku Wisnu bertindak menjadi Khatib pada Salat Ied di Masjid Lautze, Senin (28/7). Ini merupakan kali pertama Ia melakukannya. Wisnu sendiri sempat...