Jumat, 7 Jumadil Akhir 1439 / 23 Februari 2018

Jumat, 7 Jumadil Akhir 1439 / 23 Februari 2018

Serangan Gereja, Kapolda DIY Minta Publik Setop Berspekulasi

Senin 12 Februari 2018 15:10 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Andri Saubani

Kapolda DIY, Brigjen Pol Ahmad Dhofiri, saat memberi keterangan pers terkait perkembangan penyelidikan pelaku serangan Gereja Santa Lidwina di Polda DIY, Senin (12/2).

Kapolda DIY, Brigjen Pol Ahmad Dhofiri, saat memberi keterangan pers terkait perkembangan penyelidikan pelaku serangan Gereja Santa Lidwina di Polda DIY, Senin (12/2).

Foto: Republika/Wahyu Suryana
Hari ini, Polda DIY akan berupaya memeriksa pelaku penyerangan gereja di Sleman.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Polda DIY masih melakukan penyelidikan kepada pelaku serangan Gereja Santa Lidwina. Karenanya, Kapolda DIY, Brigadir Jenderal Polisi Ahmad Dhofiri mengimbau, agar masyarakat tidak mengembangkan spekulasi-spekulasi, apalagi mengaitkan-ngaitkan sesuatu yang belum pasti.

"Kita tidak ingin berspekulasi, akan terus didalami, jadi jangan berspekulasi," kata Dhofiri saat menggelar konferensi pers di Polda DIY, Senin (12/2).

Terlebih, pelaku yang menerima dua tembakan di kaki kiri dan kanan, serta sejumlah pukulan massa baru menjalani operasi malam tadi. Karenanya, pemeriksaan mendalam memang belum dilakukan kepada pelaku.

Termasuk, spekulasi-spekulasi yang mengatakan pelaku sempat menjual telepon genggamnya, dan diperuntukkan membeli pedang. Bahkan, ia menegaskan jika barang bukti yang didapat di tas pelaku hanya senjata tajam dan ijazah, bukan identitas lain apalagi dokumen imigrasi.

"Barang bukti ya pedang itu, sama ijazah, (dokumen imigrasi) bukan-bukan," ujar Dhofiri.

Untuk identitas pelaku, ia menekankan bahwa petugas masih mendalami baik menunggu pelaku, maupun keterangan saksi-saksi. Termasuk pula soal spekulasi apakah pelaku berjumlah lebih dari satu orang.

Ia berharap, hari ini sudah dapat dilakukan penyelidikan mendalam, mengingat pelaku sudah membaik. Sejauh ini, pemeriksaan memang masih akan dilakukan di Polda DIY, sambil menunggu perkembangan apakah akan diambil alih Jakarta.

"Semalam sudah operasi, mudah-mudahan hari ini sudah stabil, sehingga penyidik bisa menggali informasi lebih dalam," kata Dhofiri.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES