Monday, 13 Ramadhan 1439 / 28 May 2018

Monday, 13 Ramadhan 1439 / 28 May 2018

Demiz: Waspada! Bisa Jadi Ini Modus dan yang Disasar Ulama

Selasa 06 February 2018 20:45 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Teguh Firmansyah

Deddy Mizwar

Deddy Mizwar

Foto: Republika/Edi Yusuf
Masyarakat harus menjaga setiap ulama yang berkegiatan di masjid.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar meminta masyarakat mewaspadai kemungkinan upaya kekerasan terbadap para ulama dengan modus dilakukan oleh orang yang memiliki gangguan jiwa.

 

Menurut Deddy Mizwar, hal ini terbukti dengan deretan kasus kekerasan terhadap ulama di Jawa Barat beberapa pekan ini. "Waspada, ini bisa jadi modus dan yang disasar adalah para ulama. Ini ada apa," ujar Wakil Gubernur yang akrab disapa Demiz kepada wartawan, Selasa (6/2).

Demiz menilai, untuk menghadapi kejadian ini, tidak cukup hanya aparat penegak hukum yang menjaga para ulama. Masyarakat pun, harus menjaga setiap ulama yang kebanyakan berkegiatan di masjid dan pesantren.  "Jangan hanya aparat penegak hukum yang waspada, tapi masyarakat juga. Di mana ulama hidup di antara kita, baik di masjid atau pesantren, kita jaga di tengah kita," katanya.

Baca juga, Kapolda Jabar: Penganiaya Ulama Tetap Diproses Hukum. 

 

Demiz pun mengkhawatirkan maraknya orang dengan gangguan jiwa melakukan kekerasan ini, menjadi modus operandi untuk menganiaya ulama. Karenanya, keamanan terhadap para ulama pun harus ditingkatkan.  "Jangan sampai yang dikorbankan adalah orang yang tidak sehat jiwanya, padahal belum tentu gila juga," katanya.

Demiz pun, kembali mengingatkan sejumlah modus lainnya yang terjadi beberapa tahun lalu dengan tujuan menganiaya ulama. Yakni, mulai dari fitnah santet, fitnah kolor ijo, atau fitnah lainnya untuk memojokkan ulama. "Jangan sampai kekerasan terhadap ulama ini terus berulang," tegas Demiz.

Menurut Demiz, pernyataannya ini tidak berkaitan dengan rencana penempatan pejabat Polri untuk menjadi pejabat gubernur Jabar setelah masa jabatan Ahmad Heryawan sebagai gubernur Jabar habis pada 13 Juni 2018.   Karena, Jabar tetap kondusif menghadapi Pilgub Jabar 2018. Polda Jabar serta Kodam III Siliwangi pun sudah cukup untuk mengamankan pesta demokrasi di Jabar.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA