Kamis, 9 Ramadhan 1439 / 24 Mei 2018

Kamis, 9 Ramadhan 1439 / 24 Mei 2018

Pertamina Tambah Pasokan Meski Belum Ada Izin Berlayar

Rabu 31 Januari 2018 17:24 WIB

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Fernan Rahadi

BBM

BBM

pasokan BBM yang tertahan ini diproyeksikan untuk kebutuhan tujuh hingga 10 hari.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Kapal pengangkut BBM Pertamina untuk Karimunjawa masih tertahan di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang. Hingga saat ini, kapal yang telah bermuatan 75 Kilo Liter (KL) yang terdiri dari Pertalite, Bio Solar dan Dexlite ini masih menunggu izin berlayar dari Syahbandar setempat.

General Manager PertaminaMarketing Operation Region (MOR) IV,Yanuar Budi Hartanto mengatakan, pasokan BBM yang masih tertahan ini diproyeksikan untuk kebutuhan tujuh hingga 10 hari.

Di luar volume ini, Pertamina juga akan menambah stok BBM untuk Karimunjawa hingga 135 KL jika izin pelayaran sudah dibuka.Dengan tambahan pasokanPertalite, Bio Solar dan Dexlitehingga 55 KL ini, harapannya stok BBM untuk Karimunjawa mampu mencukupi untuk kebutuhan 15 hingga 20 hari.

"Karena, kapasitas kapal BBM kami bisa menampung hingga 200 KL. Jika jika untuk membawa Pertalite 55 KL, Bio Solar 70 KL dan Dexlite 10 KL masih sangat memungkinkan,"ungkap Yanuar, di Semarang, Rabu (31/1).

Terkait dengan saran Gubernur Jawa Tengah untuk menyiapkan bunker, ia mengakui,PT Pertamina MOR IV belum ada wacana untuk membangun bungker atau tempat penyimpanan khusus stok BBM di Pulau Karimunjawa. Baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang.

Selama ini, jelasnya, Pertamina masih menggunakan kapal floating untuk menyimpan stok BBM sisa dari pendistribusian ke Karimunjawa. Karena persoalan BBM yang dialami di Karimunjawa bukan persoalan menahun.

Namun hanya musiman atau pada saat- saat tertentu saja. "Kalaupun, harus perlu antisipasi bisa dilakukan dengan memperbesar kapasitas kapal floating tersebut," ujarnya.

Menurutnya pendistribusian BBM ke Karimunjawa satu- satunya hanya melalui jalur laut sehingga jika terkendala cuaca buruk dan tidak diizinkannya berlayar harus menunggu sampai cuaca membaik dan izin berlayar keluar.

Hanya saja masalah cuaca memang menjadi penghambat utama dalam pendistribusian ke Karimunjawa. "Bahkan menurut Yanuar, KRI pun tidak berani membawa BBM karena tidak mempunyai tangki penyimpanan jikapun dipaksakan akan terlalu beresiko karena membawa muatan berbahaya," katanya menambahkan.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES