Ahad , 17 Desember 2017, 22:21 WIB

Jumlah SMP Rusak karena Gempa Garut Bertambah

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Ani Nursalikah
Antara/Adeng Bustomi
Warga membersihkan material reruntuhan bangunan rumah pasca gempa bumi di Desa Sumelap, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (16/12).
Warga membersihkan material reruntuhan bangunan rumah pasca gempa bumi di Desa Sumelap, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (16/12).

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT -- Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Garut terus mengumpulkan data sekolah yang mengalami kerusakan akibat guncangan gempa pada Jumat tengah malam (15/12). Jumlah SMP yang rusak terus bertambah seiring masuknya data.

Kabid SMP Disdik Garut, Totong mengklarifikasi sampai dengan Ahad (17/12) sore, dirinya mampu mengumpulkan data sementara gedung SMP yang mengalami kerusakan. Kerusakan yang diderita pun beragam.

"Ada 17 Sekolah Menengah Pertama yang terkena dampak Gempa Tasikmalaya semalam. Jenis kerusakan bervariasi antara lain bangunan yang retak-retak, ambruknya genting dan plafon serta kaca ruangan yang pecah. Juga meliputi bangunan ruang kelas, ruang guru, ruang kepala sekolah, masjid dan aula/gedung olahraga," katanya pada Republika, Ahad (17/12) sore.

Mulanya pada data awal sampai kemarin malam, ada 9 SMP yang rusak yaitu SMPN 1 Singajaya, SMPN 3 Pakenjeng, SMPN 3 Cikelet, SMPN 1 Pameungpeuk, SMP Muhammadiyah Pameungpeuk, SMP Muhammadiyah Cikelet, SMPN 2 Singajaya, SMPN 2 Banjarwangi dan SMPN Satap 1 Cibalong. Kemudian SMP rusak yang baru terdata hari ini ialah SMPN 1 Banjarwangi, SMPN 2 Cibalong, SMPN Satap 2 Cibalong, SMPN Satap 2 Cikelet, SMPN 1 Kadungora, SMPN 4 Garut, SMP PGRI Pameungpeuk, dan SMPN 5 Malangbong.

"Data sementara tersebut sudah kami sampaikan ke Kemendikbud melalui Dirjen Dikdasmen," ujarnya.

Nantinya, alokasi dana perbaikan bangunan sekolah bisa menggunakan Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Namun bila perbaikan membutuhkan dana besar, pihak Disdik mesti meminta bantuan

"Ya tentu kalau ringan hanya retak tembok, kaca pecah atau plafon bisa oleh sekolah melalui BOS. Yang sifatnya agak berat kami usulkan baik ke anggaran kabupaten, provinsi maupun pusat," ucapnya.

Sembilan Gedung SMP di Garut Rusak Digoyang Gempa