Kamis , 07 December 2017, 15:48 WIB

Kerugian Siklon Tropis Cempaka di DIY Capai Rp 200 Miliar

Rep: neni ridarineni/ Red: Dwi Murdaningsih
Antara/Rivan Awal Lingga
Petugas BMKG menunjukkan area pergerakan badai Siklon Tropis Cempaka di Laboratorium BMKG Kemayoran, Jakarta, Rabu (29/11).
Petugas BMKG menunjukkan area pergerakan badai Siklon Tropis Cempaka di Laboratorium BMKG Kemayoran, Jakarta, Rabu (29/11).

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Sekda DIY Gatot Saptadi mengatakan dari laporan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) DIY jumlah kerugian dan kerusakan akibat badan siklon tropis Cempaka di wilayah DIY mencapai Rp 200 miliar lebih.

"Sudah saya perintahkan segera dipilah-pilah mana yang menjadi penanganan darurat dan recovery . Kerusakan yang terparah ada  di Bantul dan Gunungkidul yang mengalami banyak kerugian dan kerusakan,’’kata Gatot pada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (7/12).

Kerusakan fisik yang terjadi seperti jembatan, talud, jalan dan rumah. Rumah penduduk yang tidak bisa dihuni karena daerah rawan longsor akan direlokasi. Namun, kerusakan yang sifatnya harus membangun kembal imemerlukan skim sendiri . "Kalau skim kedaruratan bantuannya ya darurat. Tapi ini belum digodok. Kebetulan sekarang (Kamis, 7/12) Kepala BNPB datang dan tanggal 9 Desember Presiden RI juga akan hadir. Nanti kita lihat dukungan apa dari Pusat,’’ ujarnya.

Selanjutnya untuk persawahan yang rusak, bagi tanaman padi yang puso melalui Kementerian Pertanian ada pergantian bagi tanaman pagi yangmendekati panen. Kalau yang sawahnya baru panen , menanamnya ditunggu sampai kering. Sementara bagi infrastruktur irigasi yang rusak maka tugas pemerintah untuk memperbaiki.