Senin , 04 December 2017, 21:17 WIB

Di Semarang, Penderita Kanker Bisa Berobat Gratis

Red: Esthi Maharani
The Indian Express
Kanker Payudara.
Kanker Payudara.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Wali Kota Semarang, Jawa Tengah, Hendrar Prihadi mengatakan penderita kanker apapun bisa berobat gratis dengan program Universal Health Coverage (UHC) yang sudah diluncurkan.

"Tren penyakit kanker, terutama kanker payudara di Kota Semarang sangat memprihatinkan," katanya saat membuka Seminar dan Talkshow Kanker Payudara di Semarang, Senin (4/12).

Ia menyebutkan pada 2014 tercatat sebanyak 1.157 kasus kanker payudara, namun mampu ditekan pada 2015 menjadi 654 kasus. Akan tetapi, kata dia, pada 2016 grafik penderita kanker payudara meningkat lagi menjadi 749 kasus yang menjadi keprihatinannya karena kesehatan menjadi prioritas pembangunan pemerintah.

"Saya amat prihatin dengan tingginya penderita kanker payudara ini. Makanya, kami berharap bisa memberikan penanganan yang sifatnya lebih ke preventif atau pencegahan," katanya.

Masyarakat Kota Semarang, kata politikus PDI Perjuangan itu, bisa melakukan pemeriksaan sebagai deteksi dini terhadap kanker payudara yang semuanya dilayani secara gratis tanpa syarat apapun.

"Minimal melakukan tindakan preventif dengan pemeriksaan dini payudara. Apabila ternyata dinyatakan kanker stadium lanjut tetap akan diberikan fasilitas berobat dan kemoterapi gratis di ruang perawatan kelas III," katanya.

Yang jelas, kata Hendi, Pemerintah Kota Semarang berkomitmen untuk mewujudkan masyarakat yang sehat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang menjadi modal utama dalam pembangunan. Untuk lebih memahami mengenai kanker payudara, pada seminar itu didatangkan dua narasumber yang berkompeten, yakni dr Randita dari RSUD KRMT Wongsonegoro dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang dr Widoyono.

Dokter Randita dalam paparannya menyampaikan tips-tips untuk mengurangi risiko terkena kanker payudara, yakni dengan langkah deteksi dini dengan pengecekan kesehatan secara berkala. Kedua, kata dia, dengan menghindari paparan asap rokok, serta diimbangi dengan diet gisi seimbang yang disempurnakan dengan istirahat secara cukup dan pengelolaan stres secara baik.

"Rajin konsumsi serat dari buah-buahan dan sayuran, penuhi kecukupan vitamin A dan D, konsumsi kedelai untuk wanita dewasa. Aktivitas fisik yang baik juga bisa menurunkan risiko terkena kanker payudara," katanya.

Hadir pula dalam seminar itu dan memberikan paparan, Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Krisseptiana Hendrar Prihadi yang juga istri Wali Kota Semarang.

Sumber : Antara