Jumat , 01 December 2017, 12:57 WIB

Ngurah Rai Buka, Maskapai Australia Tetap Urung Terbang

Rep: Mutia Ramadhani/ Red: Endro Yuwanto
Republika/Mutia Ramadhani
Suasana bandara Ngurah Rai, Bali
Suasana bandara Ngurah Rai, Bali

REPUBLIKA.CO.ID, BADUNG -- Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai beroperasi normal sejak Kamis (30/11) sore hingga Jumat (1/12) siang ini. Meski demikian, sebanyak delapan penerbangan dari maskapai Australia, Jetstar tetap membatalkan perjalanan dari Bali.

"Delapan penerbangan tersebut terdiri dari enam penerbangan reguler dan dua penerbangan ekstra," kata Communication & Legal Section Head Bandara I Gusti Ngurah Rai, Arie Ahsanurrohim, Jumat (1/12).

Arie memaparkan, enam penerbangan reguler tersebut adalah dari Denpasar menuju Adelaide, Sydney, Singapura, Brisbane, Queensland, dan Darwin. Dua penerbangan ekstra dari Bali menuju Perth dan Adelaide. Jumlah penumpang terdampak dari keduanya mencapai 1.392 penumpang. "Pembatalan penerbangan murni karena kebijakan maskapai," ucap dia.

Stasiun Meteorologi Kelas I Ngurah Rai merekam pergerakan abu vulkanis Gunung Agung di ketinggian permukaan hingga 18 ribu kaki ke tenggara dengan kecepatan 10 knots. Ini tidak menutupi ruang udara Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Aktivitas Gunung Agung sedikit mereda hari ini. Sejak pukul 00.00 WITA hingga 12.00 WITA, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat sembilan kali gempa vulkanik dangkal berdurasi 5-16 detik, dua kali gempa vulkanik dalam berdurasi 9-27 detik, empat kali gempa tektonik jauh berdurasi 61-200 detik. Tremor menerus (mikrotermor) masih terjadi dengan amplitudo satu hingga empat milimeter (mm).