Kamis , 30 November 2017, 00:13 WIB

HUT ke-40, BPJS Ketenagakerjaan Gelar Pasar Murah

Rep: Zuli Istiqomah/ Red: Gita Amanda
Republika/Yasin Habibi
Pasar Murah (Ilustrasi)
Pasar Murah (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-40. Dalam perayaannya, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bandung Suci menyelenggarakan pasar murah dan donor darah di Halaman Kantor BPJS Ketenagakerjaan Bandung Suci, Rabu (29/11).

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bandung Suci Suhedi, mengatakan untuk pasar murah tersebut memfasilitasi masyarakat mendapatkan paket sembako dengan harga lebih terjangkau. Ada 750 paket yang disiapkan bagi masyarakat sekitar Kota Bandung.

Untuk sembako murah, Suhedi mengatakan masyarakat bisa membeli dengan harga Rp 60 ribu per paket atau sekitar 40 persen dari harga pasar. Begitupun dengan para peserta yang menjadi pendonor darah khususnya dari peserta BPJS Ketenagakerjaan Bukan Penerima Upah.

"Sebab ini HUT ke-40 BPJS Ketenagakerjaan, semua kegiatan serba 40, termasuk di 40 kota atau kabupaten di Tanah Air yang menggelar kegiatan serupa," kata Suhedi.

Ia mengatakan digelarnya pasar murah paket sembako tersebut, sebagai bentuk kepedulian dan wujud tanggung jawab sosial lingkungan (TJSL) BPJS Ketenagakerjaan pada masyarakat sekitar. "Anggaran yang seharusnya untuk membeli sembako seharga Rp150 ribu itu bisa disimpan untuk keperluan lain karena warga dan pendonor cukup hanya membayar Rp 60 ribu saja," ujarnya.

Selain pasar murah, kata dia, ada kegiatan donor darah yang diselenggarakan. Pihaknya menargetkan sekitar 75 orang pendonor darah yang bisa ikut serta.

Suhedi mengharapkan kegiatan sosial donor darah di kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bandung Suci dapat membantu masyarakat pekerja dan masyarakat pada umumnya yang membutuhkan. Kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan juga bertujuan lebih mendekatkan BPJS Ketenagakerjaan kepada masyarakat.

"Kegiatan ini juga bertujuan untuk mengenal dekatkan program BPJS Ketenagakerjaan pada seluruh lini masyarakat," ucapnya.

Disela kegiatan donor darah tersebut, BPJS Ketenagakerjaan juga melakukan sosialisasi dan pemahaman akan manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan sebagai perlindungan diri ketika terjadi risiko.

"Kami tidak akan berhenti untuk terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat luas, khususnya masyarakat bukan penerima upah (BPU) dan pekerja skala mikro agar seluruh masyarakat Indonesia khususnya Kota Bandung mendapat perlindungan jaminan sosial," tuturnya.