Ahad , 08 October 2017, 08:40 WIB

Layanan Telkomsel Tetap Normal Usai Bencana Pangandaran

Rep: Arie Lukihardianti / Red: Endro Yuwanto
ANTARA FOTO
Teknisi jaringan PT Telkomsel melakukan perawatan BTS di kawasan perkebunan Kampung Ciarileu, Desa Mekarjaya, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu (9/8).
Teknisi jaringan PT Telkomsel melakukan perawatan BTS di kawasan perkebunan Kampung Ciarileu, Desa Mekarjaya, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu (9/8).

REPUBLIKA.CO.ID,  BANDUNG -- Pasca-terjadinya bencana banjir bandang dan tanah longsor yang disebabkan intensitas curah hujan tinggi di sejumlah wilayah di Kabupaten Pangandaran sejak hari Sabtu (7/10) malam, Telkomsel memastikan bahwa fasilitas serta layanan telekomunikasi tetap beroperasi secara normal.

Menurut General Manager ICT Operation Regional Jawa Barat Telkomsel Ardhiono Trilaksono, sebagai langkah lebih lanjut, terutama mengantisipasi kemungkinan terjadinya pemadaman listrik oleh PLN, Telkomsel juga telah menyiagakan sejumlah genset untuk memastikan cakupan BTS di wilayah tersebut tetap dapat melayani kebutuhan masyarakat sekitar.

Secara keseluruhan, kata Ardhiono, titik-titik lokasi terdampak bencana tidak terdapat gangguan berarti pada jaringan Telkomsel. Sehingga, pelanggan tetap dapat melakukan komunikasi bicara, SMS, dan data secara normal.

Salah satunya, di area yang terdampak banjir cukup parah seperti di Perumahan Garden Estetika Residence sudah di antisipasi dengan di optimalkannya dua BTS di wilayah Cikembulan dan Kampung Neglok. Sementara, untuk wilayah terdampak bencana longsor di Dusun Sangkang Bawang fua BTS juga sudah dioptimalkan dari wilayah Desa Kalijati dan Desa Kalijaya.

Telkomsel, kata Ardhiono, telah berupaya sejak dini mengantisipasi serta merespon dampak bencana alam banjir dan tanah longsor di wilayah Kabupaten Pangadaran guna memastikan kebutuhan layanan komunikasi. "Terutama, untuk koordinasi tim penyelamat dan masyarakat sekitar saling berkabar tetap terlayani secara maksimal," katanya.

Saat ini, lanjut Ardhiono, ada sekitar 96 BTS yang sebagian di antaranya sudah teknologi jaringan broadband terdepan 4G LTE di wilayah Kabupaten Pangandaran telah dilakukan optimalisasi agar bisa tetap menghadirkan layanan terbaik kepada masyarakat sekitar terutama korban terdampak bencana. "Mewakili Manajemen Telkomsel, kami turut berduka dengan terjadinya bencana alam banjir dan tanah longsor di Kabupaten Pangandaran ini, yang juga sudah memakan korban jiwa," katanya.

Selanjutnya, kata Ardhiono, pihaknya akan segera mendirikan Posko Siaga yang akan menyediakan layanan telepon gratis untuk korban bencana dan memastikan ketersediaan produk dan layanan Telkomsel tetap terpenuhi.

Berita Terkait