Senin , 03 September 2012, 16:09 WIB

Lagi, Bantuan Kemanusiaan Disalurkan PMI utuk Myanmar

Red: Djibril Muhammad
Antara/Saptono
Ketua Umum PMI Jusuf Kalla (kanan) berbincang dengan tim PMI yang akan berangkat membawa bantuan kemanusiaan untuk korban konflik Rohingya di Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Sabtu (25/8).
Ketua Umum PMI Jusuf Kalla (kanan) berbincang dengan tim PMI yang akan berangkat membawa bantuan kemanusiaan untuk korban konflik Rohingya di Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Sabtu (25/8).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Palang Merah Indonesia (PMI) yang beberapa waktu silam melakukan misi kemanusiaan selama tujuh hari di Myanmar kembali menyalurkan bantuan untuk korban konflik di negara tersebut.

Koordinator Misi Kemanusiaan PMI di Myanmar, Arifin M Hadi melalui keterangan persnya yang diterima di Jakarta, Senin (3/9) menjelaskan, bantuan tersebut bentuk solidaritas dan kepedulian PMI serta masyarakat Indonesia terhadap para korban konflik yang menimpa masyarakat Myanmar.

Kepala Divisi Penanggulangan Bencana Markas Pusat PMI itu merincikan bantuan yang didistribusikan pada Sabtu (1/9) berupa hygiene kit, sarung, dan selimut diberikan kepada 301 KK atau sekitar 1.363 Jiwa di Kamp Bengali, 70 KK atau sekitar 305 jiwa di Kamp Rakhine, dan 80 KK atau sekitar 307 jiwa di Kamp Min Gan.

"Bantuan ini merupakan bentuk solidaritas dan kepedulian masyarakat Indonesia yang disalurkan melalui PMI. Semoga bantuan ini bermanfaat bagi mereka," kata Arifin Muh Hadi.

Proses distribusi yang dilakukan PMI dan Palang Merah Myanmar (MRCS) berjalan lancar dengan pengawasan dan pengamanan 24 jam oleh pihak otoritas pemerintah Myanmar, tambah dia.

Bantuan tersebut disambut baik pejabat otoritas Kementerian Kesehatan Sittwee State, Mr U Than Tun Aung. Menurutnya, bantuan ini menandakan adanya hubungan baik antara kedua palang merah dan pemerintah.

Selain mendistribusikan bantuan, PMI dan MRCS bekerja sama dengan Komite Internasional Palang Merah (ICRC) dan otoritas kesehatan Myanmar melakukan siaga pelayanan kesehatan 24 Jam bagi para pengungsi di semua kamp pengungsian.

Disebutkan, dari 12 Kamp di Sittwee saat ini, belum ada laporan adanya wabah sementara penyakit dan gangguan kesehatan yang dilaporkan hanyalah diare, flu, dan ISPA.


Sumber : Antara

Berita Terkait