Selasa , 03 October 2017, 15:01 WIB

PVMBG Tambah Alat Seismik di Kawasan Gunung Agung

Rep: Amri Amrullah/ Red: Andi Nur Aminah
Antara/Nyoman Budhiana
Asap mengepul dari kawah Gunung Agung yang berstatus awas terlihat dari Desa Amed, Karangasem, Bali, Jumat (29/9).
Asap mengepul dari kawah Gunung Agung yang berstatus awas terlihat dari Desa Amed, Karangasem, Bali, Jumat (29/9).

REPUBLIKA.CO.ID, KARANGASEM -- Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM di Pos Pantau Gunung Agung, Kasbani memastikan akan ada penambahan alat seismik di sekitar lereng Gunung Agung dalam waktu dekat. Penambahan alat seismik ini, jelas Kasbani, untuk memperkuat akurasi data dan pantauan aktivitas kegempaan Gunung Agung.

"Akan ada sembilan seismik untuk memantau kegempaan Gunung Agung, penambahan yang baru di kawasan lereng bagian utara, timur dan selatan," ujarnya kepada wartawan, Selasa (3/10).

Penambahan ini bukan berarti alat seismik yang lama rusak atau tidak cukup baik. Namun penambahan ini merupakan langkah antisipatif PVMBG bila suatu saat terjadi letusan, beberapa alat seismik di atas tidak semuanya rusak.

Selama ini ada lima alat seismik yang melaporkan data perkembangan aktivitas kegempaan Gunung Agung di Pos Pantau Rendang, Karangasem. "Laporan data-data dari alat seismik di atas selama ini cukup baik, tidak ada masalah kerusakan," kata Kasbani.

PVMBG juga memiliki alat seismik yang berdekatan dengan Gunung Agung, yang berada di Gunung Batur. Dengan demikian data laporan dari alat seismik di Gunung Batur juga bisa disinkronkan dengan alat seismik yang berada di Gunung Agung bila ada kerusakan disana. "Jadi semua alat yang dimiliki PVMBG akan kita perkuat semua untuk memantau aktivitas Gunung Agung," ungkapnya.