Sabtu , 30 September 2017, 16:38 WIB

Jelajah Merapi, Angkat Potensi Wisata Sambil Penghijauan

Red: Hazliansyah
Rizma Riyandi/Republika
Usaha pengolahan kopi tradisional dari lereng Gunung Merapi, Yogyakarta.
Usaha pengolahan kopi tradisional dari lereng Gunung Merapi, Yogyakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, BOYOLALI -- Ratusan peserta mengikuti acara jelajah tour Gunung Merapi-Merbabu, Sabtu (30/9). Kegiatan ini dilakukan guna mengenalkan objek wisata di wilayah Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali. Dalam kegiatan itu juga dilakukan penghijauan dengan melakukan penanaman 3.100 batang pohon.

Kegiatan Tour Jelajah Merapi-Merbabu yang diikuti 500 peserta dengan sepeda motor dan mobil roda empat tersebut diberangkatkan oleh Wakil Bupati Boyolali M Said Hidayat, di halaman kantor DPRD setempat.

"Kami sangat mengapresiasi kegiatan Tour Jelajah Merapi-Merbabu yang berkaitan dengan kepariwisataan. Karena menjadi salah satu bagian dari visi misi Bupati Seno Samodro, yakni pro investasi," kata dia.

Dengan kegiatan seperti ini dikatakan Said Hidayat, juga akan mewujudkan kesadaran masyarakat sebagai bagian penting dari kepariwisataan.

"Boyolali saat ini sedang mengembangkan objek wisata di kawasan Selo atau lereng Gunung Merapi dan Merbabu. Kegiatan Tour Jelajah Merapi-Merbabu ini, dapat mempublikasikan keindahan panorama lereng Merapi dan Merbabu, terkenal kearifan lokal masyarakatnya menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan," katanya.

Peserta Tour Jelajah Merapi-Merbabu setibanya di lapangan Desa Samiran Selo, kemudian secara simbolis dilakukan penanaman pohon tanaman keras oleh Ketua DPRD Boyolali S Paryanto yang didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Boyolali Abdul Rahman, dan Camat Selo, Jarot.

Selain itu, Paryanto juga menyerahkan bantuan 3.100 bibit tanaman keras untuk ditanam masyarakat di 10 desa lereng Gunung Merapi dan Merbabu untuk penghijauan.

Gunawan, salah satu panitia tour mengatakan dari 3.100 bibit tanaman keras yang terdiri dari sebanyak 2.000 bibit sengon, 1.000 bibit jenis pohon langka, dan 100 bibit jambu biji yang ditanam untuk cadangan makanan hewan kera di lereng gunung.

"100 bibit jambu untuk persediaan makanan untuk hewan kera di lereng gunung yang sering turun ke ladang dan pemukiman warga untuk mencari makanan," kata Gunawan.

Sumber : Antara

Berita Terkait