Senin , 25 September 2017, 18:22 WIB

Festival Lembeh Diharap Jaring Wisatawan ke Bitung

Red: Yudha Manggala P Putra
pegipegi.com
Selat Lembeh.
Selat Lembeh.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Festival Pesona Selat Lembeh 2017 diharapkan mampu menjaring lebih banyak wisatawan ke Kota Bitung, Sulawesi Utara (Sulut).

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Esthy Reko Astuty dalam jumpa pers persiapan penyelenggaraan Festival Pesona Selat Lembeh 2017 di Gedung Sapta Pesona Jakarta, Senin (25/9), mengatakan pihaknya mendukung digelarnya festival yang diharapkan bisa menjadi daya tarik Kota Bitung.

Festival Pesona Selat Lembeh 2017 akan berlangsung di Kota Bitung pada 6-10 Oktober 2017. "Festival ini dapat menjadi upaya untuk mempromosikan dan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kota Bitung yang ditetapkan sebagai international hub sea port, Kawasan Ekonomi Khusus, menjadi kawasan industri dan perdagangan, kota pelabuhan internasional, kota perikanan, kota konservasi alam, serta kota pariwisata dunia," tutur Esthy.

Acara itu kata dia, sekaligus untuk mendukung pemerintah mencapai target kunjungan 15 juta wisatawan mancanegara (wisman) dan 265 juta pergerakan wisatawan nusanatara (wisnus) ke Indonesia sepanjang tahun ini. Esthy Reko Astuty menjelaskan, posisi Kota Bitung yang strategis sebagai international hub sea port menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk datang ke Bitung.

Tercatat pada 2016 sebanyak 13.019 wisman dan 20.133 wisnus berkunjung ke kota itu, sedangkan wisatawan yang berkunjung ke Sulut secara umum sebanyak 1,8 juta wisnus dan 30 ribu wisman.

Sisi lain yakni semakin mudahnya aksesibilitas ke Bitung yang berjarak hanya 40 kilometer atau sekitar 1 jam dengan berkendara dari Bandara Sam Ratulangi, membuat wisman yang datang ke Manado dari China, Makau, dan Hong Kong, atau pun Davao dan Cebu, Filipina semakin mudah.

Wali Kota Bitung Maximiliaan Jonas Lomban mengatakan, Selat Lembeh memiliki potensi pariwisata kelas dunia berupa pesona bahari, persona flora, pesona fauna, pesona industri, pesona budaya, dan pesona sejarah yang kesemuanya gencar dipromosikan di tingkat nasional dan mancanegara. "Lembeh itu ibarat putri cantik yang sedang tidur dan saatnya kita bangunkan dengan 'event' FPSL ini," ujar Maximiliaan Jonas Lomban.

Maximiliaan menjelaskan, sebagai kota bahari Selat Lembeh memiliki 95 titik selam dan ekowisata mangrove yang akan melengkapi destinasi wisata bahari Bunaken Manado yang sudah mendunia.

Sedangkan pesona flora dan fauna Lembeh memiliki daya tarik taman Nasional Tangkoko yang di dalamnya terdapat 233 spesies burung, mamalia, reptil, amfibi, serta binatang langka lainnya, termasuk primata langka tarsius. "Keragaman obyek dan daya tarik wisata menjadi keunggulan pariwisata Bitung," ucap Maximiliaan.

Untuk wisata leisure Kota Bitung memiliki keindahan pantai, resort, hotel berbintang, serta "homestay" yang dikelola masyarakat dan pemandangan memukau dari Gunung Dua Sudara. "Begitu juga untuk pesona bawah laut Selat Lembeh yang memiliki 95 titik selam dengan aneka biota langka berukuran kecil atau endemik dan tidak ditemukan di tempat lain seperti pigmy seahorse, hairy frogfish, dan mimic octopus," paparnya.

Oleh karena biota langka dan endemik inilah, kata dia, membuat Selat Lembeh mulai populer sebagai surga "macro photography" bagi para "divers" atau penyelam.

Kota Bitung juga menjadi tujuan wisata petualangan dengan mengandalkan Cagar Alam Nasional Tangkoko sebagai rumah bagi ratusan mamalia, burung, reptil, serta amfibi termasuk dua jenis primata endemik Sulut yang terancam punah yaitu Yaki dan Tarsius, serta tiga kawasan ekowisata yakni Ekowisata Pintu Kota, Ekowisata Kareko, dan Ekowisata Pasir Panjang dengan menyusuri hutan mangrove.

FPSL 2017 sendiri merupakan event unggulan Kota Bitung yang akan dimeriahkan dengan berbagai kegiatan antara lain lari 10K, lomba/pentas seni budaya, kontes fotografi bawah air dan landscape, festival kuliner, lomba renang Selat Lembeh, parade/lomba perahu hias, rekor MURI menari manekin terbanyak (kabasaran pato), parade yacht, festival tuna, dan perayaan menyambut HUT Kota Bitung sebagai puncak acara.

Sumber : Antara

Berita Terkait