Selasa , 12 May 2015, 17:04 WIB

‘Dakwah Bisa Melalui Sinematografi’

Rep: arie lukihardianti/ Red: Agus Yulianto
Antara/Fahrul Jayadiputra
Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar.
Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG – Dakwah dapat disampaikan melalui berbagai media. Salah satunya, lewat sinematografi. Menurut Wakil Gubernur Deddy Mizwar, meski cara ini terbilang baru, tapi yang terpenting pesan dakwah dapat tersampaikan dengan baik kepada khalayak.

“Saya pikir ini bagus, dakwah disampaikan lewat film (sinematografi),” ujar Deddy di acara seminar Sinematografi Dakwah di Gedung Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati, Selasa (12/05).

Deddy berharap, pembuatan karya-karya sinematografi punya muatan dakwah. Saat ini, kata dia, peluang untuk membuat karya sinematografi dakwah semakin terbuka. Sebab, masyarakat membutuhkan pesan-pesan agama.

Sayangnya, kata dia, belakangan ini, sejumlah sinetron atau tayangan televisi yang menampilkan pesan moral dakwah dinilai masih kurang dalam penyajiannya. Hal ini, membuat kualitas sinetron menjadi turun.

Melihat kondisi tersebut, kata dia, perlu ada kerja sama antara pemuka agama dan sineas pembuat film bertema dakwah dan agama. Tapi, kerja sama keduanya tidak bisa sembarangan karena memikul tanggung jawab berat. “Terkadang mereka yang membuat film (dakwah), ilmunya kurang, //kan// jadi kacau,” katanya.

Sekarang, kata dia, banyak sinetron-sinetron yang sembarangan dalam menerapkan ilmu agama. Padahal, itu tanggung jawabnya dunia akhirat. Menurut Demiz, sinematografi dakwah akan dihadapkan dengan sejumlah tantangan. “Kreatifitas tinggi sangat dibutuhkan bagi mereka yang terjun dalam sinematografi dakwah,” katanya.

Guru Besar UIN Sunan Gung Jati Asep Saeful Muhtadi menilai, sinematografi dakwah sebagai prodi baru punya potensi yang sangat besar. Hal ini, karena penayangan pesan agama semakin dicari. “Masyarakat haus akan informasi dan tayangan bermoral,” katanya.

Karena itu, tujuan fakultas dakwah ke depannya, mencetak aktor yang dapat menyampaikan pesan-pesan religi serta agama. "Jadi, pesan-pesan agama yang dimiliki oleh sosok Kiai, diturunkan saja ke aktor,” katanya.

Di tempat terpisah, Sekretaris MUI Jabar Rafani Achyar menilai positif soal penyampaian dakwah melalui sinematografi. Sebab, pengertian dakwah sangat luas dan bisa dilakukan dengan berbagai cara. “Dakwah bisa dilakukan dengan berbagai cara asal sesuai dengan syariat Islam,” katanya.