Jumat , 05 February 2016, 00:47 WIB

Wagub NTB 'Ngadu' Terkait Defisit Listrik Ke Sudirman Said

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Julkifli Marbun
Antara/Iggoy el Fitra
Listrik padam (ilustrasi)
Listrik padam (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Wakil Gubernur NTB, Muhammad Amin mengeluhkan pemadaman listrik yang sering dilakukan oleh PLN kepada Menteri ESDM, Sudirman Said melalui teleconference, Kamis (4/2). Apalagi, kebutuhan listrik saat ini semakin meningkat. Berdasarkan rasio elektrifikasi, listrik di 10 kabupaten/kota masih defisit sebanyak 25 persen.

“Intensitas pemadaman listrik oleh PLN tinggi, dari rasio elektrifikasi kami masih kekurangan pasokan sebanyak 25 persen,” ujarnya menyampaikan kondisi kelistrikan NTB melalui sambungan teleconference.

Ia berharap, pemerintah pusat segera menemukan solusi yang tepat sehingga NTB bisa keluar dari krisis listrik. Terlebih, saat ini tengah giat mengembangkan sektor pariwisata khusus MICE yang sangat membutuhkan pasokan listrik yang banyak.

Menurutnya, program listrik nasional sebesar 35.000 MW serta program energi terbarukan diharapkan bisa memenuhi kebutuhan listrik di daerah, salah satunya NTB. Termasuk agar provinsi NTB bisa diprioritaskan menyangkut kebutuhan listrik.

Sejauh ini, Amin mengatakan upaya yang terus dilakukan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk mendukung langkah PLN adalah menyediakan lahan untuk pembangunan pembangkit listrik.

Menteri ESDM, Sudirman Said berjanji menyelesaikan permasalahan kelistrikan di daerah dengan langsung memantau lokasi-lokasi daerah yang defisit listrik. Selain itu, dirinya sudah mengintruksikan kepada Direktur PLN untuk memperhatikan kondisi kelistrikan di wilayah Timur Indonesia.

"Saya janji akan datang ke setiap daerah untuk melihat permasalahan ini. Saat ini berita baiknya, PLN sedang mengadakan penataan organisasi yaitu regionalisasi agar pelayanan PLN bisa lebih dekat dan responsif terhadap masalah listrik,” katanya.