Jumat , 15 September 2017, 20:32 WIB

Warga Lebak Minta Pembunuh Rohingya Diseret ke Pengadilan

Red: Teguh Firmansyah
AP/ Dar Yasin
Seorang wanita Muslim Rohingya Hanida Begum, yang menyeberang dari Myanmar ke Bangladesh, sangat sedih saat memegang anak laki-lakinya, Abdul Masood yang meninggal saat kapal yang mereka tumpangi terbalik sebelum mencapai pantai Teluk Benggala, di Shah Porir Dwip, Bangladesh, Kamis (14/9).
Seorang wanita Muslim Rohingya Hanida Begum, yang menyeberang dari Myanmar ke Bangladesh, sangat sedih saat memegang anak laki-lakinya, Abdul Masood yang meninggal saat kapal yang mereka tumpangi terbalik sebelum mencapai pantai Teluk Benggala, di Shah Porir Dwip, Bangladesh, Kamis (14/9).

REPUBLIKA.CO.ID, LEBAK -- Warga Kabupaten Lebak, Banten yang tergabung dalam Forum Masyarakat Lebak Peduli Rohingya mengutuk kekerasan yang dialami etnis Muslim Rohingya di Myanmar.

"Kami berharap kasus kekerasan dan pembunuhan etnis muslim Rohingya diseret ke pengadilan internasional," kata Samsudin (45) warga Kabupaten Lebak, Jumat.

Selama ini, Pemerintah Myanmar tidak menghentikan kekerasan yang dialami masyarakat muslim Rohingya.
Mereka para militan dan tentara Myanmar melakukan kekerasan, pembunuhan,pemerkosaan dan pembakaran rumah terhadap etnis Rohingya.

Gelombang pengungsian warga Rohingya masuk kategori tragedi kemanusian hingga melarikan diri ke berbagai negara, seperti Bangladesh juga Malaysia dan Indonesia. Semestinya, Pemerintah Myanmar melindungi Muslim Rohingya dari kekejaman dan kekerasan itu. "Kami sesama Muslim tentu sangat prihatin atas kekerasan yang menimpa etnis Rohingya," katanya.

Menurut dia, masyarakat Lebak melalui Forum Masyarakat Lebak Peduli Rohingya menggalang dana untuk membantu muslim Rohingya. Penggalangan dana itu di sejumlah titik jalan di Kota Rangkasbitung untuk membantu Muslim Rohingya yang membutuhkan uluran tangan agar mereka tidak kelaparan maupun serangan penyakit.

Namun, penyaluran bantuan muslim Rohingya berupa dana dan nantinya dana yang sudah terkumpulkan akan disetorkan kepada Pemerintah Provinsi Banten. "Kami berharap penggalangan peduli etnis Rohingya bisa terkumpul dan bisa merangankan beban saudara kita," katanya.

Begitu juga Memad (45) warga Kabupaten Lebak menyatakan kekerasan yang dialami Muslim Rohingya merupakan tindakan Genosida untuk menghilangkan etnis Rohingya sehingga PBB segera turun tangan.

 

Sumber : Antara