Sabtu , 09 September 2017, 15:39 WIB

Demiz Ingatkan Pemuda Bahaya Radikalisme

Rep: Zuli Istiqomah/ Red: Teguh Firmansyah
Republika/Dea Alvi Soraya
Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar.
Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar membuka Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Himpunan Mahasiswi Persatuan Islam (Himi Persis) di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Sabtu (9/9).

Dalam sambutannya, Wagub menekankan bahaya radikalisme yang saat ini berkembang. Wagub meminta generasi muda tidak terjerumus pada paham radikalisme.

"Saya ingin menekankan pentingnya kewaspadaan para pemuda dan pemudi terhadap ancaman paham radikalisme yang saat ini telah menjadi ancaman yang kian luas dan mengglobal, tidak terkecuali di Indonesia," kata pria yang akrab disapa Demiz ini.

Oleh sebab itu, Demiz mengatakan dibutuhkan pendekatan yang holistik  dalam hal pemberantasan terorisme dengan melibatkan seluruh komponen bangsa, terutama mahasiswa. Generasi muda harus diberikan pemahaman agar jangan sampai menyimpang pada tindakan kekerasan.

Ada dua pendekatan utama, yang dikatakannya dapat dilakukan yaitu penindakan dan pencegahan. Penindakan, erat kaitannya dengan penegakan hukum, yang umumnya berada di sisi hilir atau setelah aksi teror terjadi.

Sedangkan pencegahan merupakan pendekatan persuasif di sisi hulu yang bertujuan untuk mencegah munculnya bibit-bibit terorisme sebelum aksi teror terjadi. "Dan ini seyogianya dijalankan oleh seluruh elemen bangsa, termasuk di dalamnya para mahasiswa," ujarnya.

Mahasiswa dan pemerintah dinilainya perlu terus bersinergi untuk memperkuat strategi pembinaan atau deradikalisasi dengan pendekatan multi dan interdisipliner, yang ditujukan untuk mentransformasi ideologi radikal menjadi tidak radikal. 

Selain melalui program deradikalisasi, penanggulangan terorisme harus lebih berorientasi pada akar persoalan, yaitu bagaimana membentengi pola pikir masyarakat terutama kaum muda  dari pemahaman yang menyimpang, baik yang mengatas-namakan agama, ideologi, ekonomi, dan sebagainya.