Kamis , 07 September 2017, 19:08 WIB

Jalan Arteri di Yogyakarta Dinamai Raja Pemersatu Nusantara

Rep: Neni Ridarineni/ Red: Yusuf Assidiq
Nico Kurnia Jati
Yogyakarta
Yogyakarta

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA – Sejumlah ruas jalan arteri (ringroad) di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta selama ini belum ada namanya. Karena itu, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, mengusulkan  nama arteri dari nama raja yang mempersatukan Nusantara di antaranya Siliwangi, Padjajaran, Brawijaya, dan Majapahit.

"Pemberian nama tersebut sudah diusulkan sejak empat tahun yang lalu. Karena ruas jalan arteri ini merupakan jalan nasional, maka diperlukan waktu lama untuk melakukan kajian maupun izin dari pemerintah pusat," kata Sekretaris Daerah DIY, Gatot Saptadi, usai rapat dengan  Dinas Perhubungan DIY, Biro Administrasi Pembangunan, dan lain-lain, di Ruang Setda DIY, Kamis (7/9).

Selain tiga nama raja, ujarnya, ada satu nama Pahlawan Ahmad Yani yang semula menjadi nama jalan di Malioboro yang sekarang dikembalikan ke nama yang dulu yakni Margo Mulyo. Hal ini untuk mengenang jasa Ahmad Yani.

Di samping juga ada nama Prof Dr Wirjono Projodikoro yang berada di depan Kantor Pengadilan Tinggi yang merupakan nama ketua Mahkamah Agung terlama yang kemudian menjadi Menko Kopartemen Hukum dan Dalam Negeri di era Presiden Soekarno.

Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setda DIY Tri Mulyono mengatakan penamaan jalan arteri (ringroad) Yogyakarta berdasarkan Keputusan Gubernur DIY Nomor 166/Kep/2017. Antara lain Jalan Siliwangi sepanjang 8,38 kilometer dari Simpang Empat Pelemgurih sampai Simpang Empat Jombor.

Selanjutnya, Jalan Padjajaran sepanjang 10 kilometer dari simpang empat Jombor sampai simpang tiga Maguwoharjo. Jalan Majapahit sepanjang 3,20 kilometer dari simpang tiga Janti sampai simpang empat Jalan Wonosari.

Berikutnya, Jalan Ahmad Yani sepanjang 6,50 kilometer dari simpang empat Jalan Wonosari sampai simpang Jalan Imogiri Barat, dan Jalan Prof Dr Wirjono Prodjodikoro sepanjang 2,78 kilometer dari simpang empat Imogiri Barat sampai simpang empat Dongkelan.

Menurut Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY, Sigit Sapto Raharjo, launching ruas jalan arteri akan dilakukan awal Oktober 2017. Karena perlu waktu untuk pembuatan nama jalan dan sosialisasi.

"Rencananya launching akan dilakukan di sekitar Jombor yang jalannya lebih luas," kata dia.

Hal senada juga disampaikan Plt Kepala Dinas Perhubungan DIY Dewo Isnu Broto Iman Santoso. Menurutnya, penamaan jalan tersebut untuk membangkitkan semangat persatuan bangsa dan mengingtkan generasi muda agar tidak pernah lupa bahwa negara Indonesia berasal dari kerajaan.