Kamis , 24 Agustus 2017, 15:12 WIB

Anak Jalanan di Riau akan Diimunisasi

Red: Ilham Tirta
Republika/Rakhmawaty La'lang
Anak jalanan (ilustrasi)
Anak jalanan (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU -- Dinas Kesehatan Provinsi Riau akan menyasar anak jalanan, gelandangan, dan pengemis usia balita dan sekolah dasar untuk mendapatkan imunisasi guna menyukseskan program Bulan Imunisasi Anak Sekolas (BIAS) di provinsi setempat. "Sasaran BIAS semua anak mulai balita, yang belum sekolah sampai sudah sekolah sesuai usianya, termasuk gelandangan dan pengemis yang tidak dijumpai di sekolah," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Mimi Yuliani Nazir, Kamis (24/8).

Selama ini, yang menjadi kendala adalah yang sudah usia sekolah, tapi tidak mampu sekolah seperti gelandangan, anak di bawah kolong jembatan atau belum dimasukkan PAUD langsung SD saja. Maka, ia menyatakan untuk menyasar anak jalanan, gelandangan dan pengemis pada program BIAS, pihaknya menggandeng Dinas Sosial setempat dan Kementerian Agama (Kemenag) kabupaten/kota.

Tujuannya agar anak-anak yang tidak bersekolah ini tetap mendapat imunisasi pada program BIAS. "Program ini memang harus menyasar semua anak usia yang ditentukan baik yang sekolah maupun tidak," kata dia.

BIAS adalah agenda tahunan yang dilaksanakan setiap bulan Agustus hingga September. "Sejak awal Agustus ini Puskesmas sudah mulai mendatangi semua sekolah baik negeri maupun swasta sederajat SD untuk melakukan penyuntikan vaksin Campak dan DT (Difteri)," ujarnya.

BIAS untuk mempertahankan Eleminasi Tetanus Neonaturum, pengendalian penyakit difteri dan penyakit campak dalam jangka panjang melalui imunisasi DT, TT dan campak pada anak sekolah. Imunisasi yang diberikan pada BIAS ada tiga jenis, yaitu campak pada anak kelas I, DT pada anak kelas I dan TT pada anak kelas II dan II SD.

BIAS dilaksanakan di seluruh Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) negeri dan swasta, institusi pendidikan setara SD lainnya (Pondok Pesantren, Seminari, SDLB. "Untuk anak yang tidak sekolah pada pelaksanaan BIAS agar diajak ke Puskesmas terdekat oleh orang tua untuk mendapatkan imunisasi, sedangkan anak yang sakit pemberianya ditunda dan apabila sembuh agar diajak lagi untuk pemberian," katanya.

Ia menambahkan, sejauh ini untuk Riau, program BIAS sudah berjalan setiap tahun karena masuk program rutin dan vaksin langsug dari pusat. "Untuk Agustus vaksin BIAS disuntikkan campak, November diberikan tetanus dan difteri, " katanya.

Sumber : Antara