Jumat , 02 Juni 2017, 08:00 WIB

Sukabumi Giatkan Gerakan Tanam Jagung dan Kedelai

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Dwi Murdaningsih
Republika/ Wihdan
Labilnya Harga Kedelai. Pengerajin memproduksi tahu di Jakarta, Ahad (30/8).
Labilnya Harga Kedelai. Pengerajin memproduksi tahu di Jakarta, Ahad (30/8).

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI-- Pemkab Sukabumi menggiatkan gerakan tanam jagung dan kedelai. Dua komoditas tersebut merupakan salah satu prioritas pangan selain padi.

"Tanaman jagung merupakan salah satu komoditas yang memiliki posisi penting dan strategis dalam perekonomian nasional,’’ kata Bupati Sukabumi Marwan Hamami kepada wartawan Kamis (1/6).

Hal ini kata dia dikarenakan fungsinya yang multiguna. Diantaranya sebagai sumber pangan dan bahan baku industri pakan untuk hewan ternak. Oleh karena itu lanjut dia pemerintah menetapkan jagung sebagai komoditas prioritas selain padi dan kedelai.

Saat ini tutur Marwan, pemerintah berupaya memenuhi kebutuhan jagung yang berasal dari pasokan dalam negeri. Di mana ujar dia kran impor untuk komoditas jagung belum dibuka oleh pemerintah. Kebijakan tersebut ungkap dia untuk membuka peluang bagi petani jagung berkembang.

"Peluang ini diambil pemkab dengan menggiatkan gerakan tanam jagung dan kedelai," kata Marwan.

Pencanangan gerakan ini telah dillakukan pada akhir Mei 2017 lalu di Desa Cibenda, Kecamatan Ciemas. Dikatakan Marwan, pengembangan tanaman jagung di Sukabumi cukup potensial. Hal ini ujar dia dikarenakan cukup luasnya lahan pertanian baik yang milik masyarakat perkebunan, kehutanan maupun lahan adat.

Bahkan kata Marwan, pemkab juga memotivasi para petani untuk menanam jagung dan kedelai dengan memanfaatkan lahan-lahan kering dan lahan marginal yang masih kosong tersebar di seluruh wilayah Sukabumi. Upaya ini ungkap dia sejalan dengan program pemerintah dalam upaya peningkatan ketahanan pangan.

Namun terang Marwan, untuk menarik petani menanam jagung pemerintah harus meresponnya dengan memperhatikan nilai jual komoditas tersebut. Selain itu kata dia dengan memfasilitasi ketersediaan benih yang mencukupi.

Gerakan tanam jagung di Sukabumi ini ungkap Marwan, diharapkan dapat meningkatkan produksi serta produktivitas untuk mendukung penyediaan bahan baku industri pakan ternak dan pengembangan peternakan ayam di Sukabumi. Sementara untuk kedelai lanjut dia diharapkan mampu memenuhi kebutuhan bahan baku untuk pembuatan tahu dan tempe.

Langkah penanaman palawija ini juga dinilai dapat mengurangi serangan organisme penganggu tanaman (OPT). Pasalnya selepas panen padi maka areal pertanian bisa ditanami dengan jenis tanaman lain seperti jagung dan padi.