Jumat , 26 Mei 2017, 14:03 WIB

Polisi Segel Rumah Terduga Pelaku Bom Kampung Melayu di Dayeuhkolot

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Andi Nur Aminah
Republika/M. Fauzi Ridwan
Densus 88 Antiteror Mabes Polri bersama polda jabar dan polres Bandung melakukan penggeledahan terhadap rumah salah seorang berinisial A yang diduga terlibat dengan terduga pelaku bom bunuh diri di Kampung Melayu, Jumat (26/5).
Densus 88 Antiteror Mabes Polri bersama polda jabar dan polres Bandung melakukan penggeledahan terhadap rumah salah seorang berinisial A yang diduga terlibat dengan terduga pelaku bom bunuh diri di Kampung Melayu, Jumat (26/5).

REPUBLIKA.CO.ID, DAYEUHKOLOT -- Tim Inafis Polda Jabar dan Polres Bandung melakukan penyegelan dengan memasang police line di rumah terduga pelaku bom bunuh diri Kampung Melayu Jakarta. Rumah tersebut berada di Kampung Babakan Sangkuriang, RW 01 RT 03, Desa Dayeuhkolot, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jumat (26/5). 

Diketahui rumah tersebut ditempati seseorang berinisial A yang diduga terlibat dengan terduga pelaku bom bunuh diri Kampung Melayu dan diketahui saat ini sudah berhasil ditangkap. Berdasarkan pantauan Republika.co.id, tim Inafis memasang garis polisi di rumah berwarna merah yang ditempati A. Penyegelan dilakukan sekitar pukul 11.30 WIB dan dua rumah warga lainnya berwarna biru langit dan krem.

Pemasangan garis polisi di rumah yang berada di pinggir jalan ramai itu dilalui pengendara motor atau pejalan kaki sehingga menyita perhatian. Bahkan banyak masyarakat bertanya-tanya seputar alasan pemasangan garis polisi tersebut. Rumah A yang berwarna merah diapit oleh dua rumah disampingnya. 

Ketua RT 03, Adi Budiana mengatakan rumah berwarna biru langit yang disegel dengan garis polisi merupakan milik warga setempat bernama Cepi, namun diisi oleh cucunya. Sementara itu, rumah berwarna krem milik Agus yang tinggal di Parunghalang dan belum diisi. 

"Rumah berwarna merah itu milik pak Haji Tarim, dikontrakkan (petak). Yang ngisi dua keluarga, salah satunya cucu mantu pak Haji (A)," ujarnya kepada wartawan, Jumat (26/5). 

Menurutnya, cucu mantu tersebut (A) sehari-hari berjualan karpet. Rumah tersebut biasa dijadikan sebagai tempat menyimpan barang dan tempat jualan. Sementara satu keluarga lain yang tinggal disana bernama Indra sehari-hari berjualan bakso.

Ia menuturkan, A yang memiliki dua anak ini tinggal di Parunghalang dengan mengontrak. Sosok A dikenal sebagai orang yang mudah bergaul dan baik. Bahkan, tidak ada kecurigaan sama sekali terhadap yang bersangkutan. 

Salah seorang warga yang mengontrak di rumah yang sama bersama A, Indra Wahdi (32) mengatakan sosok A merupakan orang yang suka bergaul. Bahkan, setiap terjadi banjir yang bersangkutan sering menarik perahu. Oleh karena itu tidak ada kecurigaan sama sekali. 

"Saya tinggal bersebelahan, orangnya baik dan tidak ada yang mencurigakan," ungkapnya. Sementara itu, istri A sering memakai cadar dikarenakan memiliki luka bekas operasi di bagian bawah wajahnya.

Sebelumnya informasi yang dihimpun, Densus 88 Antiteror Mabes Polri telah mengamankan tiga orang terduga pelaku bom bunuh diri di Kampung Melayu yang berada di Kota Bandung, Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat, Kamis malam (25/5). Salah satunya seseorang berinisial A yang tinggal di Kabupaten Bandung. 

Saat ini, Densus 88 tengah menuju lokasi rumah terduga berinisial A. Dimana sebelumnya telah menggeledah rumah seseorang terduga pelaku yang terlibat dalam teror bom bunuh diri di Kampung Melayu di Rancasawo, Buahbatu, Kota Bandung, Jumat pagi (26/5).