Kamis , 18 May 2017, 21:50 WIB

Sukabumi Harap Bantuan Pusat Perbaiki Infrastruktur Rusak

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Yudha Manggala P Putra
Antara/Budiyanto
Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menunjukkah retakan di salah satu rumah yang rusak berat akibat bencana pergerakan tanah di Desa Nagrak Jaya, Kecamatan Curug Kembar, Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (18/8).
Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menunjukkah retakan di salah satu rumah yang rusak berat akibat bencana pergerakan tanah di Desa Nagrak Jaya, Kecamatan Curug Kembar, Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (18/8).

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI — Pemkab Sukabumi berupaya meminta bantuan pemerintah pusat untuk memperbaiki sarana infrastruktur yang rusak akibat bencana. Pasalnya, jika mengandalkan anggaran daerah tidak mencukupi.

‘’Kami meminta bantuan pusat untuk bisa memnbantu perbaikan jembatan dan saluruan irigasi yang rusak,’’ terang Wakil Bupati Sukabumi Adjo Sardjono kepada wartawan Kamis (18/5). Salah satunya deengan mendatangi Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jakarta pada Kamis pagi.

Kedatangannya ke BNPB ungkap Adjo, untuk mengusulkan percepatan rehabilitasi dan rekontruksi sarana infrastruktur yang rusak akibat bencana. Pada saat berkunjung ke kantor tersebut Wakil Bupati Sukabumi didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi Usman Jaelani.

Menurut Adjo, pemkab meminta adanya perhatian dari pemerintah pusat terutama pada penanganan pascabencana. Dari data BPBD terang dia banyak sarana jalan, jembatan, dan jaringan irigasi yang mengalami kerusakan akibat bencana sejak 2016 lalu hingga 2017. ‘’Usulan ini diharapkan bisa diterima pemerintah pusat dan segera dilakukan perbaikan,’’ cetus Adjo.

Aspirasi tersebut lanjut dia diterima oleh seorang deputi di BNPB.Di sisi lain, kerusakan sarana infrastruktur khususnya jembatan misalnya terjadi di : Kampung Cipulus RT 03 RW 06 Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok pada Ahad (14/5) sore lalu. Di mana, jembatan yang terbuat dari kayu tersebut ambruk.

Koordinator Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi Yana Suryana mengatakan, jembatan yang ambruk tersebut mencapai panjang sepuluh meter dan lebar empat meter. ‘’Diduga jembatan ambruk karena kayu sudah rapuh dan dilintasi mobil pengangkut batu split,’’ imbuh dia.

Sementara salah satu lokasi jaringan irigasi yang rusak akibat bencana berada di Kampung Lebak Pucung RT 03 RW 08 Desa Lebak Sari, Kecamatan Parakansalak, Sukabumi. Saluran irigasi yang rusak tersebut mencapai panjang sekitar 20 meter dan lebar 1,2 meter.

Yana mengatakan, jebolnya saluran irigasi akibat bencana longsor dari tebing di atasnya. Peristiwa itu terjadi pada saat wilayah Parakansalak diguyur hujan deras pada Maret 2017 lalu Akibat bencana itu sambung dia dikhawatirkan sarana pengairan untuk areal persawahan menjadi terganggu.