Sabtu , 29 April 2017, 12:54 WIB

Pemkab Ciamis Dorong Sertifikasi Pemandu Wisata

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Hazliansyah
 Wisatawan asing mendengarkan penjelasan pemandu wisata di kawasan Kota Tua, Jakarta, Ahad (10/1). (Republika/Tahta Aidilla)
Wisatawan asing mendengarkan penjelasan pemandu wisata di kawasan Kota Tua, Jakarta, Ahad (10/1). (Republika/Tahta Aidilla)

REPUBLIKA.CO.ID, CIAMIS -- Kebutuhan terhadap pemandu wisata adalah hal yang harus dipenuhi dalam satu tempat wisata, termasuk di Kabupaten Ciamis. Peningkatan kualitas tempat wisata mesti sejalan dengan kualitas pemandu wisatanya.

Dinas Pariwisata Kabuputen Ciamis menggelar Bimbingan Teknik (Bimtek) Pemandu Wisata Terpadu, di Aula Gedung Wisma PGRI pada Kamis (27/4) lalu. Kegiatan itu dalam rangka memberikan pemahaman dasar mengenai pariwisata yang ada di Kabupaten Ciamis.

Terdapat sebanyak 60 orang pemandu wisata di Kabupaten Ciamis mengikuti Bimtek. Seluruh pemandu wisata yang hadir berasal dari beberapa komunitas dan Karang Taruna yang di daerahnya memiliki destinasi wisata.

Kepala Seksi Peningkatan SDM dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis, Toto Rismanto mengatakan Bimtek bertujuan untuk memperoleh sertifikasi di beberapa objek wisata yang berada di wilayah Kabupaten Ciamis. Para peserta diberi pelatihan dan pengetahuan dasar, terutama dalam menyambut wisatawan yang berkunjung ke destinasi wisata.

"Keberadaan pemandu wisata, khususnya di Kabupaten Ciamis sudah ada sejak lama, namun belum memiliki legal dan formal. Dengan demikian, saat ini keberadaan pemandu wisata harus disertifikasi," katanya dalam acara itu.

Sementara itu, Kepala Balai Pengembangan SDM Kepariwisataan dan Kedudayaan Provinsi Jawa Barat, Rusyandi menjelaskan kegiatan Bimtek tersebut merupakan pelatihan dasar guna memperoleh sertifikasi, khususnya para pemandu wisata di Kabupaten Ciamis. Sehingga ia meyakini peningkatan kualitas tempat wisata tak hanya dari segi infrastruktur, melainkan juga SDM pengelolanya.

“Tentu saja dalam membangun infrastrustur, khususnya destinasi wisata, akan terhambat apabila tidak didukung dengan peningkatan Sumber Daya Manusia. Kinerja pemandu wisata itu harus mempunyai cara-cara khusus. Tentunya dalam menerima tamu wisatawan, pemandu harus paham dan bagaimana harus memuaskan wisatawan saat berkunjung,” terangnya.