Rabu , 19 April 2017, 19:36 WIB

Terlambat Hampir Tiga Bulan, Penyaluran Beras Rakyat Miskin Dirapel

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: M.Iqbal
ANTARA FOTO
Stok Raskin (ilustrasi)
Stok Raskin (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,INDRAMAYU – Penyaluran beras untuk rakyat miskin (raskin) yang sempat terlambat hampir tiga bulan di Kabupaten Indramayu, kini dirapel. Secara keseluruhan jumlah rumah tangga sasaran (RTS) penerima raskin pada 2017 mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun lalu. "Ya (dirapel), cuma caranya disalurkan secara bertahap," ujar Kepala Bulog Sub Divre Indramayu, Asep Buhori, Rabu (19/4).
 
Penyaluran raskin di berbagai daerah, termasuk Indramayu, pada awal tahun ini memang mengalami keterlambatan. Untuk alokasi raskin Januari dan Februari 2017 di Indramayu, surat perintah alokasi dari bupati Indramayu baru keluar pada Maret 2017. Sedangkan untuk alokasi Maret dan April, akan keluar di April.
 
Asep menjelaskan, saat alokasi raskin untuk Januari sudah lunas, maka dalam waktu sepekan kemudian akan dikirimkan alokasi raskin untuk Februari 2017. Begitu pula selanjutnya untuk Maret dan April. Saat ini, kata Asep, penyaluran raskin untuk masyarakat di Indramayu baru sampai Maret. Sedangkan untuk alokasi raskin April, baru bisa disalurkan pada minggu ketiga April. "Insya Allah untuk Mei, sudah disalurkan sesuai bulan berjalan," terang Asep.
 
Kasi Operasional dan Pelayanan Publik Bulog Sub Divre Indramayu, M Ikhwan Karim menambahkan, untuk alokasi Januari 2017, penyaluran raskin sudah 100 persen. Namun,  untuk alokasi Februari belum mencapai 100 persen karena masih ada desa yang menunggak pembayaran.
 
Ketika ditanyakan mengenai jumlah warga penerima raskin pada 2017, Ikhwan mengatakan, ada penurunan dibandingkan tahun lalu. Tahun ini, jumlah keluarga penerima manfaat raskin di Kabupaten Indramayu hanya 161.161 rumah tangga sasaran penerima manfaat (RTSPM). Sedangkan tahun lalu mencapai 174.002 RTS.
 
Penurunan jumlah keluarga penerima manfaat itu juga otomatis membuat alokasi raskin pun berkurang. Tahun ini, raskin yang dikucurkan di Kabupaten Indramayu mencapai 2.417.415 kg per bulan. Sementara raskin tahun lalu, dibagikan sebanyak 2.610.030 kg per bulan. "Untuk perhitungan (perolehan jatah raskinnya) tetap, satu keluarga penerima manfaat mendapat 15 kg raskin per bulan," terang Ikhwan.
 
Terpisah, Kabid Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Indramayu, Edy Santoso, saat dikonfirmasi, membenarkan adanya keterlambatan penyaluran raskin pada awal tahun ini. Dia menyatakan, kondisi tersebut juga terjadi di daerah lainnya di Indonesia. "Jadi bukan hanya di Indramayu saja," terang Edy.
 
Edy menjelaskan, kondisi itu terjadi akibat adanya data keluarga penerima manfaat pada tahun ini yang mengalami perubahan dibandingkan tahun lalu. Selain itu, raskin yang tak kunjung turun juga disebabkan adanya perubahan susunan organisasi dan tata kerja (SOTK) pada awal Januari 2017. Perubahan itu menyebabkan kewenangan raskin yang semula ada di Bagian Perekonomian Pemda Indramayu, kini dialihkan ke Dinas Sosial setempat.
 
Sebelumnya, berdasarkan pantauan Republika di Kelurahan Margadadi, Kecamatan Indramayu, penyaluran raskin mengalami keterlambatan hampir tiga bulan. Raskin untuk alokasi Januari 2017, baru diterima warga sekitar akhir Maret 2017.