Selasa , 18 April 2017, 22:29 WIB

Giant Minta Maaf kepada Bupati Purwakarta

Red: Karta Raharja Ucu
Republika/Ita Nina Winarsih
Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi
Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  PT Giant Supermarket meminta maaf sebesar-besarnya atas kejadian kurang menyenangkan yang dialami Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi saat berbelanja berbagai kebutuhan dapur untuk keluarga kurang mampu bersama Dasep Sopandi, Kepala Desa Cikeris, Kecamatan Bojong. Pada Jumat (14/4) pukul 17.00, Dedi Mulyadi membeli telur dalam kemasan dengan merek Fiesta Fresh Eggs yang kemudian ditemukan berbau busuk saat diserahkan kepada warga.

Natalia Lusnita, Senior GM CSR & Corporate Communication dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Senin (17/4) mengatakan, saat mereka mendapat laporan berita yang tayang di Republika.co.id, manajemen Giant Ekstra Purwakarta pada Sabtu (15/4) langsung menemui Dasep Sopandi untuk menyampaikan permohonan maaf. "Kedatangan dan permohonan maaf kami diterima dengan baik oleh Bapak Dasep dan berdasarkan keterangan Bapak Dasep, kondisi fisik telur saat diterima memang dalam keadaan baik, tidak pecah dan masa berlaku hingga 24 April 2017 (bukan seperti yang tertulis di artikel: Saat dilihat masa kadaluarsanya tinggal dua hari lagi) namun memang ada bau yang kurang enak," kata dia.

(Baca Juga: Bupati Purwakarta Kecewa Telur yang Dibeli di Giant Busuk)

Dalam kunjungan tersebut, Giant Ekstra Purwakarta juga membawa paket telur pengganti untuk diberikan kepada warga dan Kepala Desa telah menyerahkan telur pengganti tersebut pada Senin (17/4). Pada hari yang sama, kata Natalia, Giant Ekstra Purwakarta dikunjungi Dinas Peternakan untuk melakukan pengujian terhadap kualitas telur dan hasilnya adalah kondisi telur aman (tidak rusak dan tidak berbau).

"Pada sidak ini juga tidak ditemukan barang display yang mendekati atau melewati masa kedaluwarsa," ucap dia.

Dalam kesempatan itu, Natalia menginformasikan pengawasan telur dalam kemasan dilakukan pengecekan secara fisik yaitu tidak retak/pecah dan memperhatikan produk tidak kedaluwarsa. "Kami juga telah menginformasikan mengenai kejadian ini kepada supplier kami, agar ke depannya turut memperhatikan kontrol produknya," kata dia mengakhiri.