Senin , 17 April 2017, 16:22 WIB

Dedi Mulyadi Ingin Pelajar Bisa Jual Kambing Lewat Internet

Rep: Ita Nina Winarsih/ Red: Angga Indrawan
Yogi Ardhi/Republika
Dedi Mulyadi
Dedi Mulyadi

REPUBLIKA.CO.ID, PURWAKARTA -- Pemkab Purwarkarta ingin seluruh pelosok desa bisa terkoneksi dengan internet. Sampai akhir 2017 nanti, targetnya ada 131 desa yang sudah terkoneksi jaringan Wi-Fi. Dengan begitu, desa-desa tersebut bisa mengakses informasi dunia dengan perangkat wireless tersebut.

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengatakan pemkab ingin seluruh desa melek internet. Jangan sampai, kata dia, masyarakat desa kalah dengan masyarakat kota yang sudah mengenal internet lebih dulu. Dengan adanya internet ini diharapkan akses informasi ke warga menjadi lebih cepat lagi.

"Apalagi, saat ini informasi lowongan kerja harus masuk desa. Salah satunya, diumumkan secara online," ujar Dedi, kepada Republika.co.id, Senin (17/4).

Saat ini, lanjut Dedi, yang sudah terkoneksi dengan internet baru 60 desa. Sampai akhir tahun ini 71 desa lagi harus terpasang internet. Sisanya, diselesaikan pada 2018 mendatang. Dengan begitu, pada 2018 seluruh desa di Purwakarta yang jumlahnya mencapai 183 desa, sudah menjadi 'kampung gaul'. Ada jaringan Wi-Fi yang bisa diakses oleh seluruh masyarakat.

Menurut Dedi, ia ingin akses internet ini mampu mendongkrak kesejahteraan masyarakat. Misalkan, pelajar yang punya kambing, bisa menjual ternaknya melalui media sosial. Tentunya, harga yang ditetapkan juga sesuai dengan harga pasar saat ini.

Tak hanya itu, hasil pertanian, perkebunan dan perikanan juga bisa dijual di mesia sosial. Pembelinya bisa siapa saja, dan dari kalangan mana saja. Sehingga, produk yang dijual masyarakat desa ini punya posisi tawar yang tinggi.

"Internet ini, harus mendorong masyarakat menjadi lebih positif lagi," ujarnya.

Sementara itu, Kabid Jaringan Teknologi Informatika Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Purwakarta, Enung Asikin, mengatakan, saat ini kecepatan jaringan internet yang sudah tersambung ke desa-desa mencapai dua mbps. Internet tersebut, merupakan jaringan satelit yang sudah disesuaikan dengan tipologi dan kontur masing-masing desa.

"Anggaran untuk internet desa ini mencapai Rp 900 juta. Sebab, menggunakan jaringan satelit," ujarnya.