Jumat , 17 Maret 2017, 06:59 WIB

Wirausaha Daring Perlu Dukungan

Rep: Mutia Ramadhani/ Red: Winda Destiana Putri
Wirausaha/ilustrasi
Wirausaha/ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Wirausaha dalam jaringan (online) dengan modal kecil semakin menjamur di Indonesia. Ketua Inkubator Bisnis Universitas Udayana, Sayu Ketut Sutrisna Dewi mengatakan keberadaan mereka tak boleh diabaikan, justru perlu mendapat dukungan. Ini karena wirausaha online berpotensi menciptakan lebih banyak pengusaha lokal.

"Era digital seperti saat ini membuat siapa saja bisa berbisnis dengan investasi sangat minim. Ini memungkinkan setiap orang bisa menjadi seorang wirausaha," kata Sayu kepada Republika, Kamis (16/3). Sayu mengatakan mereka yang berbisnis online mempunyai posisinya masing-masing. Ada yang berperan sebagai pembuat aplikasi, pedagang, produsen, atau sekadar drop shipper.

Sayu mencontohkan CEO Gojek, Nadiem Makarim yang bisa membesarkan bisnis ojek onlinenya tanpa perlu memiliki armada dan pegawai dalam jumlah banyak. Gojek menerapkan sistem bagi hasil antara pengemudi Gojek dengan perusahaan Gojek itu sendiri. Porsi untuk pengemudi Gojek lebih besar dari perusahaan. "Wirausaha online ini cukup direspons positif generasi muda Indonesia," katanya.

Bisnis online memang tak membutuhkan modal besar, namun memerlukan modal niat untuk memulai bisnis. Direktur Bamboomedia Cipta Persada, Putu Sudiarta mengatakan teknologi informasi dan kreativitas digital di zaman sekarang banyak memunculkan wirausaha baru.

"Cari problem yang setidaknya sama-sama dialami satu juta orang di Indonesia. Buat solusinya berbasis cloud dan aplikasi mobile," katanya.

Sudiarta mengatakan Indonesia juga memerlukan lebih banyak inkubator bisnis untuk mendukung wirausaha pemula (start-up) kian berkembang. Denpasar misalnya memiliki sejumlah inkubator bisnis, seperti Inkubator Binis Universitas Udayana dan Inkubator Bisnis Tohpati yang terkenal dengan Sekolah Animasi Anak (Pivot Animator).

Ada empat hal yang perlu disiapkan. Petama, intelektual. Kedua, ide. Anak muda perlu didorong berkreasi dan membangkitkan ide. Mereka dilatih lewat banyak lomba, seperti di kampus. Ketiga, membangun Internet Protocol Address (IP). Keempat, terus berinovasi.