Rabu , 01 March 2017, 05:10 WIB

Gaya Hidup Sehat Cegah Jantung Koroner

Red: Yudha Manggala P Putra
Republika/Agung Supriyanto
Sakit Jantung (Ilustrasi)
Sakit Jantung (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, MANADO -- Dokter Victor Joseph, Spesialis Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah Siloam Hospital Manado, Sulawesi Utara (Sulut) mengatakan gaya hidup sehat bisa mencegah penyakit jantung koroner.

"Ada sayuran brokoli, buah tomat, advokat, menghindari rokok hingga membiasakan melakukan aktivitas fisik secara teratur bisa mencegah penuakit jantung koroner," kata Joseph saat "media gathering" yang mengangkat topik penyakit jantung koroner di Manado, Selasa (1/3).

Jantung koroner bisa diakibatkan adanya plak dalam pembuluh darah, dan bila sudah pada tahapan parah (menutup hampir semua saluran pembuluh darah) bisa menyebabkan kematian.

Pembuluh arteri, lanjut dia, berperan dalam menyalurkan darah ke organ-organ vital termasuk jantung, tetapi di sisi lainnya membutuhkan suplai darah untuk bekerja. "Apabila suplai darah terhambat karena tersumbat akibat terjadi penumpukan plak akan terjadi serangan jantung," jelasnya.

Pembentukan plak pada pembuluh darah berproses dari bayi, dan apabila tidak menjaga gaya hidup bisa mempengaruhi kinerja jantung.

"Gejalanya bisa nyeri dada menjalar ke kiri, kesulitan bernafas, atau tidak ada rasa nyeri tetapi terjadi sesak nafas.
Karena itu dari sosialisasi ini bisa menumbuhkan kesadaran masyarakat dan pers bisa berperan menyebarluaskan informasi yang diperoleh saat ini," ujarnya.

Dia menambahkan, dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, pemerintah melalui kementerian kesehatan membentuk dirjen noninfeksi karena perkembangan penyakit ini (termasuk jantung koroner) terus berkembang pesat. "Badan penyelenggara jaminan sosial kesehatan mengeluarkan biaya sebesar Rp 6,8 triliun untuk membayar penderita penyakit jantung yang berobat ke rumah sakit," katanya.

Peningkatan jumlah pasien ini, kata dia, harus ditunjang dengan ketersediaan fasilitas pendukung yang bisa membantu pasien yang berobat. "Paling penting adalah bagaimana melakukan pencegahan sehingga tidak mengidap penyakit ini. Lakukanlah cek medis untuk mengetahui status kesehatan sehingga tidak terlanjur parah penyakitnya," ajaknya.

Sumber : Antara