Jumat, 10 Ramadhan 1439 / 25 Mei 2018

Jumat, 10 Ramadhan 1439 / 25 Mei 2018

Lapan Serahkan Data Penginderaan Jauh pada Pemerintah Daerah

Rabu 25 Januari 2017 05:10 WIB

Rep: Umi Nur Fadilah/ Red: Yudha Manggala P Putra

Satelit Himawari 9 yang diluncurkan oleh Jepang.

Satelit Himawari 9 yang diluncurkan oleh Jepang.

Foto: ABCNews

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) menyerahkan data satelit penginderaan jarak jauh pada kementerian/lembaga dan sistem pemantau bumi provinsi (SPBP) pada pemerintah daerah.

''Untuk memenuhi kebutuhan data dan informasi penginderaan jauh bagi para pemangku kepentingan dan pengguna,'' kata Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin di kantor LAPAN, Jakarta, Selasa (24/1).

Ia menjelaskan, data yang diserahkan merupakan data satelit penginderaan jarak jaunt dengan resolusi tinggi, data resolusi tinggi SPOT-6/7, mosaic data landsat-8, mosaic data SPOT-6/7 terbaru,  sorta prototipe SPBP.

Data satelit penginderaan jauh diserahkan pada 32 kementerian/lembaga. Sementara prototipe SPBP diserahkan pada 19 pemda. ''LAPAN wajib menyediakan data satelit penginderaan jauh resolusi tinggi dengan lisensi pemerintah Indonesia, '' ujar Thomas.

Sementara itu, Deputi Bidang Penginderaan LAPAN Orbita Roswintiarti menjelaskan data ini dapat dimanfaatkan pemerintah daerah atau K/L terkait untuk memantau Indonesia setiap hari.

Seperti, dalam pemantauan sumber daya alam, pemantauan detail tata ruang, pemantauan cuaca, melihat suhu permukaan laut, bagaimana pengaruh masalah hutan dan masalah kebencanaan. "Masalah bencana bisa cepat kita bantu," kata dia.

Ia mencontohkan pemantauan masalah bencana seperti banjir bandang di Bima, gempa di Padang, tsunami di Aceh, titik api dan panas akibat kebakaran hutan serta lahan. Untuk pemantauan sumber daya alam, LAPAN telah menjalin kerja sama dengan Dirjen Pajak.

Alasannya,  Kantor Pelayanan Pajak di sejumlah daerah kerap dibohongi oleh wajib pajak. Ia mencontohkan, wajib pajak kerap tidak menginformasikan dengan tepat berapa luas lahan atau kebun yang dimiliki.

Selain itu,  Orbita melanjutkan, LAPAN juga telah menjalin kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk memantau ladang ganja di sejumlah daerah di Indonesia.  "Mereka memberikan perkiraan koordinatnya. Kami bisa melihat dengan jelas dan memberikan datanya," ujar dia.

Orbita menyebut, data LAPAN terkait masalah kebencanaan tidak hanya bisa diakses oleh K/L atau pemda, tetapi juga masyarakat. Yakni melalui lapan.go.id dan aplikasi Lapan: Fire Hotspot di platform Android. 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Lintas Ekonomi dan Bisnis

Jumat , 25 Mei 2018, 23:18 WIB