Jumat , 02 Desember 2016, 13:07 WIB

Polisi dan TNI Berkopiah Ikuti Aksi Bela Islam Jilid III

Rep: Issha Harruma/ Red: Esthi Maharani
Antara/Muhammad Adimaja
Umat muslim mengikuti aksi Super Damai 212 di kawasan Monas, Jakarta, Jumat (2/12).
Umat muslim mengikuti aksi Super Damai 212 di kawasan Monas, Jakarta, Jumat (2/12).

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- Seribuan orang memadati masjid Agung Medan, Jumat (2/12). Kedatangan massa ini untuk mengikuti aksi Bela Islam Jilid III yang memang dipusatkan di masjid tersebut.

Berdasarkan pantauan Republika, massa mulai memenuhi pelataran masjid sejak pagi. Massa pun terus memadati ruas jalan yang ada di depan masjid hingga harus arus lalu lintas harus dialihkan sementara.

Massa yang hadir dari berbagai daerah di Sumut ini sebagian besar mengenakan busana berwarna putih. Mereka tampak antusias meski sempat diguyur hujan ringan.

Puluhan polisi berkopiah putih pun tampak ikut dalam acara doa, zikir dan tausiah bersama tersebut. Dengan berseragam Brimob, mereka tampak khusuk mengikuti rangkaian doa yang dibacakan para ulama dari atas panggung yang disediakan.

Para Polwan yang beragama muslim juga terlihat mengenakan jilbab. Selain itu, para prajurit TNI juga tampak menggunakan kopiah hitam.

Kapolda Sumut Irjen Rycko Amelza Dahniel mengatakan, kegiatan serupa digelar di 13 kabupaten/kota di Sumut. Sejauh ini, dia menyebut, aksi Bela Islam Jilid III telah berlangsung dengan damai.

"Kami mengucapkan terima kasih dengan massa yang telah melakukan aksi dengan damai dan tertib," kata Rycko.

Hingga berita ini diturunkan, massa terlihat masih banyak yang berdatangan. Mereka datang menggunakan sepeda motor, angkutan umum dan kendaraan bak terbuka.

Massa pun berencana untuk melakukan konvoi ke Kejaksaan Tinggi Sumut usai solat Jumat berjamaah di masjid Agung. Mereka berencana untuk menyampaikan aspirasi terkait kasus dugaan penistaan agama Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang telah dilimpahkan ke Kejaksaan Agung.

"Rencananya, hanya perwakilan massa yang akan ke Kejati Sumut," ujar Rycko.