Selasa , 27 September 2016, 10:13 WIB

Sumsel Terapkan Full Day School di Empat Sekolah

Rep: Maspril Aries/ Red: Andi Nur Aminah
Siswa siswi SMP sedang melaksanakan kegiatan belajar di sekolah
Siswa siswi SMP sedang melaksanakan kegiatan belajar di sekolah

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG -- Presiden Joko Widodo telah menyatakan mendukung gagasan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy untuk menerapkan sistem sekolah sepanjang hari atau full day school. Pemerintah akan menerapkan full day school pada 500 sekolah di Indonesia, salah satunya di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

“Di Sumsel uji coba full day school akan mulai dilaksanakan pada empat sekolah, yaitu SMAN Sumsel, SMAN 17 Palembang, SMAN 2 Sekayu dan SMAN3 Kayu Agung,” kata Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Widodo, Senin (27/9).

Menurut Widodo untuk penerapan full day school di Sumsel baru akan dilaksanakan pada tingkat SMA sederajat, belum dilaksanakan di SD dan SMP seperti di DKI Jakarta. “Untuk penerapan full day school saat ini Dinas Pendidikan Sumsel sedang melaksanakan inventarisasi sekolah yang siap melaksanakan full day school. Proses inventarisasi ini sangat diperlukan agar saat pelaksanaan tidak jadi kontra produktif dan memperoleh hasil maksimal,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Sumsel menjelaskan, tujuan full day school untuk pembentukan karakter siswa sekaligus menjadikan sekolah sebagai rumah kedua bagi siswa. “Tujuannya adalah menjadikan kondisi ideal pendidikan Indonesia dengan memenuhi dua aspek, yaitu pendidikan karakter dan pengetahuan umum," kata Widodo.

Dia juga menjelaskan, penerapan full day school bukan berarti siswa belajar seharian penuh di sekolah. Melainkan untuk memastikan siswa dapat mengikuti berbagai kegiatan menumbuhkan pendidikan karakter yang lebih baik lagi.
“Pendidikan karakter pada full day school seperti dengan kegiatan ekstrakurikuler yang bisa membentuk karakter, kepribadian serta mengembangkan potensi siswa. Sehingga perilaku negatif tidak lagi terjadi pada siswa,” katanya.

Model penerapan full day school di Sumsel menurut Widodo, salah satunya sudah ada di SMAN Sumsel yang didirikan Pemerintah Provinsi Sumsel sejak 2009. Di sekolah SMAN Sumsel dari siswa kelas X - XII seluruhnya menginap di asrama yang ada di sekolah. Selama berada di sekolah siswa SMAN Sumsel dilakukan pengawasan, penanaman karakter, penambahan jam belajar juga penggunaan bahasa asing seperti bahasa Inggris dan bahasa Arab sebagai bahasa pengantar.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Sumsel, lembaga yang dipimpinnya selain melakukan inventarisasi sekolah, juga mempersiapkan kesiapan para guru terutama penyusunan modul untuk pelatihan guru dan kepala sekolah pada sekolah yang akan menerapkan sistem full day school. “Kita persiapkan modul bagaimana guru bisa memahami cara kerja otak anak didik, sehingga siswa tidak bosan saat menjalani full day school di sekolahnya.