Selasa , 26 July 2016, 00:23 WIB

Penderita Kusta di Pekalongan Butuh Perhatian Serius

Rep: Eko Widiyatno/ Red: Winda Destiana Putri
7amlha.com
Kusta
Kusta

REPUBLIKA.CO.ID, KAJEN -- Jumlah penderita penyakit Kusta di Kabupaten Pekalongan, ternyata cukup banyak. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, dr Sutanto Setiabudi MKes, mengungkapkan jumlah penderita kusta di wilayahnya hingga saat ini mencapai 119 orang.

"Jumlahnya memang cukup banyak. Tapi sebenarnya, penderita penyakit ini tidak hanya ada di Kabupaten Pekalongan. Tapi di seluruh Indonesia," katanya, dalam acara Advokasi dan Sosialisasi Kegiatan Intensifikasi Penemuan Kusta Frambusia di Setda Kabupaten Pekalongan, Senin (25/7).

Acara dihadiri pula oleh Bupati Asip Kholbihi, Wakil Bupati  Arini Harimurti, beserta para kepala SKPD, camat, kepala puskesmas, dan kepala rumah sakit se- Kabupaten Pekalongan. Acara itu juga menghadirkan Kasubdit Penyakit Tropik Menular Langsung Kementerian Kesehatan Dr Rita Djupuri MEpid dan staf Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dr Elhamangto Zuhdan sebagai pembicara.

Sutanto menyebutkan, untuk mengeliminasi penyebaran penyakit ini, pihaknya setelah melakukan screening. Terutama pada di kalangan anak-anak TK dan SD, dengan mendatangi sekolah-sekolah tersebut.

"Dengan cara ini, kita berharap masalah penyebaran penyakit kusta bisa diatasi sejak dini sehingga bisa segera diobati," katanya.

Dia menyebutkan, penyakit kusta atau yang sering juga disebut penyakit lepra, saat ini sudah bisa diobati hingga sembuh total. Namun obat yang diberikan pada penderita, harus diminum selama setahun dan tidak boleh berhenti.

''Bila ada sehari tidak minum obat, maka pengobatan harus dilakukan sejak awal lagi,'' katanya.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi menyebutkan, selama ini ada beberapa wilayah di Kabupaten Pekalongan yang masuk kategori endemik Kusta. Antara lain di wilayah Kecamatan Buaran, Tirto, Sragi, Wonokerto dan Kedungwuni.

Dia berharap, melalui acara ini maka upaya mengeliminasi penyebaran penyakit kusta di wilayahnya bisa dilakukan. "Masalah ini harus segera dipecahkan, karena dampak yang ditimbulkan dari penyakit kusta sangat luas, terutama pada status sosial dan ekonomi pendeitanya. Kecacatan yang ditimbulkan penyakit ini, bisa menurunkan kualitas SDM," katanya.

Untuk itu dia jajaran Dinas Kesehatan agar serius dalam mengawal kasus kusta ini. "Lakukan sosialisasi dan screening sejak dini merupakan bagian terpenting upaya eliminasi. Jangan sampai jumlah penderita penyakit ini terus bertambah," katanya.

Selain itu dia juga mengajak semua kalangan masyarakat untuk berkomitmen dan meningkatkan kepedulian terhadap pencegahan, pengendalian dan pemberantasan penyakit Kusta.

"Diperlukan kerja keras dan sinergitas untuk menurunkan angka penderita kusta. Untuk itu Mari kita kawal program ini sehingga secara luas masyarakat Kabupaten Pekalongan betul–betul mengerti tentang penyakit kusta dan cara penanganannya," katanya. n