Sabtu , 23 Juli 2016, 22:15 WIB

Pemprov Sumsel Bangun Replika Kapal Cheng Ho

Rep: Maspril Aries/ Red: Bayu Hermawan
Maspril Aries
Replika Kapal Cheng Ho
Replika Kapal Cheng Ho

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG --- Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) kini memiliki replika kapal Laksamana Cheng Ho yang melakukan perjalanan dari Tiongkok sampai nusantara atau kini Indonesia. Dalam pelayaran jalur samudera tersebut Cheng Ho diketahui sempat singgah di Palembang.

"Untuk membangkitkan kembali ingatan masyarakat akan kebesaran Palembang di mata dunia melalui perjalanan penting dari misi yang diemban Laksmana Cheng Ho kini di komplek Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya sudah ada replika kapal Laksamana Cheng Ho," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumsel Irene Camelyn, Sabtu (23/7).

Replika kapal Cheng Ho yang dibangun di komplek Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya (TPKS) yang terbuat dari kayu dengan ukuran 2 x 17 meter peluncurannya dilakukan Deputi Pengembangan Destinasi Kementerian Pariwisata Dan Kebudayaan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Dadang Rizki Rahman.

Menurut Irene Camelyn, misi pelayaran jalur samudera Laksmana Cheng Ho merupakan utusan Kaisar Tiongkok dalam rangka diplomasi budaya.

"Ada tujuh kali misi pelayaran Laksamana Cheng Ho dan sebanyak empat kali singgah di Palembang. Ada apa dengan Palembang yang sampai empat kali dikunjungi Cheng Ho. Ini berarti Palembang adalah salah satu destinasi pelayaran terpenting dari Laksamana Cheng Ho," ujarnya.

Selain replika kapal Cheng Ho menurut mantan Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Sumsel, saat ini di Palembang sudah berdiri Masjid Cheng Ho Sriwijaya yang merupakan masjid Cheng Ho ke dua di Indonesia setelah Masjid Cheng Ho di Jawa Timur.

Sementara itu Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Kementerian Pariwisata Dadang Rizki Rahman mengapresiasi pembuatan replika kapal Cheng Ho yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi Sumsel yang telah menggabungkan budaya untuk pariwisata.

"Dari 100 persen wisatawan yang datang ke destinasi pariwisata, sebanyak 60 persen mengeksplorasi wisata budaya. Pariwisata dapat menambah nilai ekonomi, budaya dan lingkungan, nilai manfaat persahatan," kata Dadang Rizki.

Sementara itu menurut budayawan Taufik Rahzen yang berbicara seminar bertema Fasilitasi Pengembangan Wisata Sejarah dan Religi – Dari Talang Tuwo hingga Jalur Samudra Cheng HO dalam Konteks Wisata Budaya, Tiongkok sudah memanfaatkan nama besar Laksamana Cheng Ho untuk mempromosikan pariwisatanya.

"Indonesia harus memanfaatkan jalur Samudera Laksamana Cheng Ho untuk menjaring wisatawan manca negara khususnya Tiongkok," ucap Taufik Rahzen.
Maspril Aries