Monday, 3 Jumadil Akhir 1439 / 19 February 2018

Monday, 3 Jumadil Akhir 1439 / 19 February 2018

AS Bantu Bandung Olah Sampah Plastik Jadi Energi

Rabu 02 December 2015 19:25 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Seorang warga memilah sampah plastik yang menumpuk di bibir pantai Muara Angke, Jakarta Utara, Senin (30/1). Kondisi penumpukan sampah yang tak terkendali tersebut menyebabkant air laut menjadi tercemar yang berdampak buruk bagi lingkungan.

Seorang warga memilah sampah plastik yang menumpuk di bibir pantai Muara Angke, Jakarta Utara, Senin (30/1). Kondisi penumpukan sampah yang tak terkendali tersebut menyebabkant air laut menjadi tercemar yang berdampak buruk bagi lingkungan.

Foto: Antara

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Amerika Serikat dan pemerintah Kota Bandung menjajaki kerja sama pengolahan sampah plastik menjadi energi yang prosesnya akan dimulai pada 2016. Hal itu dikatakan Duta Besar AS untuk Indonesia Robert O. Blake dalam diskusi berjudul "Selamatkan Laut Kita dari Sampah" di Pusat Kebudayaan AS @america, Jakarta, Rabu (2/12).

"Ini merupakan proyek percobaan antara pemerintah AS dan pemerintah Kota Bandung untuk mendaur ulang sampah plastik menjadi sumber energi dengan tujuan mengurangi sampah di Sungai Ciliwung," kata Blake.

Kerja sama pengurangan sampah yang kini baru sampai pada tahap uji kelayakan itu dianggap perlu karena Bandung merupakan hulu Sungai Ciliwung yang sampahnya seringkali terbawa hingga Teluk Jakarta. Menurut Blake, Amerika secara aktif melakukan upaya pengurangan sampah di laut, salah satunya melalui kegiatan yang diinisiasi Palang Merah Amerika.

"Palang Merah Amerika merupakan pelopor pengolahan sampah organik dan plastik di Lombok. Mereka melibatkan masyarakat lokal untuk bersama-sama mencegah sampah masuk ke laut," tutur Blake.

Menurut Blake, sampah adalah isu penting terlebih setelah penelitian dari University of Georgia menunjukkan Indonesia merupakan penghasil sampah plastik terbesar kedua di dunia setelah Cina dengan jumlah sampah plastik yang masuk ke laut sebanyak 1,29 juta ton pada 2010. Studi yang dipimpin oleh Jenna Jambeck itu memperkirakan potensi sampah plastik ke laut pada 2025 mencapai 250 juta ton.

Sumber : antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Jujitsu West Java Open Championship I

Ahad , 18 February 2018, 20:49 WIB