Rabu, 7 Jumadil Awwal 1439 / 24 Januari 2018

Rabu, 7 Jumadil Awwal 1439 / 24 Januari 2018

Gubernur NTB Minta Kekayaan Budaya Diarsipkan

Selasa 15 September 2015 22:00 WIB

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Yudha Manggala P Putra

Arsip (ilustrasi).

Arsip (ilustrasi).

Foto: sierraclub.org

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Gubernur Nusa Tenggara Barat TGH Muhammad Zainul Majdi mengatakan produk-produk kebudayaan yang ada sejak turun temurun wajib dilestarikan. Lebih dari itu harus terdokumentasikan dan terarsipkan dengan baik. Itu dilakukan agar makna kebudayaan yang ada bisa diwariskan secara tertulis.

“Saya ingin semua kekayaan budaya NTB mulai untuk ditranskripkan atau didokumentasikan supaya tidak menjadi pengetahuan oral tapi menjadi kekayaan yang diwariskan,” ujarnya saat memberikan sambutan di acara Seminar Nasional Kebudayaan, "Strategi dan politik budaya dalam era globalisasi" di Auditorium Bank Indonesia NTB, Selasa (15/9).

Selama ini, ia menuturkan, kekayaan budaya yang ada di NTB belum diketahui maknanya oleh banyak orang.

Oleh karena itu, sejak beberapa tahun ke belakang pemerintah provinsi berupaya mendokumentasikan kekayaan budaya NTB. Namun, responnya relatif rendah dibandingkan program-program lain.

Sambil menyindir, dirinya mengatakan respon masyarakat dan pimpinan di dinas terhadap program penulisan kekayaan budaya tidak sehebat merespon program sejuta sapi.  Tidak hanya itu, apresiasi terhadap budayawan pun relatif kurang. Sehingga meskipun program berjalan akan tetapi tidak maksimal.

Zainul Majdi mengajak seluruh masyarakat dan instansi pemerintahan untuk mendokumentasikan kekayaan budaya yang ada. Bahkan hasil dokumentasi tersebut bisa dimasukan dalam pelajaran muatan lokal agar kebudayaan yang ada dalam kehidupan sehari-hari bisa dipahami dan dimaknai artinya.

Tidak hanya itu, Zainul Majdi berharap agar regulasi di daerah bisa dibuat dengan memperhatikan perspektif budaya agar hasil yang ada bisa lebih baik dan utuh. Sehingga, aturan yang ada nantinya bisa menjaga NTB dengan adat dan nilai hidup yang ada.

“Saya sebagai Gubernur NTB, mengharapkan ada perspektif budaya ketika membuat pergub supaya bisa lebih baik utuh dan kalau lebih baik bisa menjaga daerah NTB ini dengan adat dan nilai hidup didalamnya. Kita tidak ingin regulasi memerosotkan budaya di NTB. Kita tidak hanya menjaga tapi menciptakan,” katanya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES