Senin , 29 June 2015, 23:34 WIB

Kisah Keikhlasan Penjaga Perlintasan Kereta dan Tukang Tambal Jalan

Red: Karta Raharja Ucu
Republika/ Yasin Habibi
Petugas memperbaiki palang pintu kereta api di Grogol, Jakarta Barat, Senin (1/9). (Republika/ Yasin Habibi)
Petugas memperbaiki palang pintu kereta api di Grogol, Jakarta Barat, Senin (1/9). (Republika/ Yasin Habibi)

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Tukang tambal jalan Abdul Sukur (Mbah Dul) dan penjaga perlintasan kereta api Mbah Man memberi motivasi kepada 50 anak dari Yatim Mandiri Cabang Surabaya di Warung Kauman, sebelah utara Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Senin (29/6).

Dalam acara bertajuk 'Pesantren Ramadhan Kreatif' untuk ngabuburit menjelang buka puasa bersama itu, puluhan anak yatim dhuafa binaan Yatim Mandiri Cabang Surabaya itu menerima kisah-kisah dari Mbah Dul dan Mbah Man. Mbah Dul bercerita tentang pengalaman menambal jalan, sedang Mbah Man bercerita tentang pengalamannya selama 28 tahun menjaga perlintasan kereta api.

Mereka tampak antusias mendengarkan kisah keduanya. Setelah itu, anak yatim dituntut untuk menulis dan menceritakan kembali kisah Mbah Dul dan Mbah Man. Salah satu anak yatim yang mengikuti kegiatan itu mengaku terinspirasi dari kisah-kisah Mbah Dul dan Mbah Man.

"Mbah Dul dan Mbah Man tanpa pamrih berbuat baik kepada orang lain," ujar Dinda, salah seorang anak yatim yang mengikuti acara tersebut.

Menurut Chotib selaku panitia Pesantren Ramadhan Kreatif, kisah-kisah inspiratif Mbah Dul dan Mbah Man itu bertujuan meningkatkan semangat anak yatim dalam berbuat kebaikan tanpa pamrih. "Semoga kisah dari mbah Dul dan Mbah Man bisa menjadi panutan bagi mereka untuk berbuat baik di setiap harinya dengan selaksa rasa cinta kepada sesama," katanya.

Sumber : Antara

Berita Terkait