Jumat , 10 April 2015, 09:42 WIB

Kawasan Ring Satu Peringatan Konferensi Asia Afrika Serba Putih

Red: Erik Purnama Putra
Republika/Edi Yusuf
Renovasi Gedung Merdeka menjelang Konferensi Asia Afrika (KAA), di Jl Asia Afrika, Kota Bandung, Kamis (19/3).
Renovasi Gedung Merdeka menjelang Konferensi Asia Afrika (KAA), di Jl Asia Afrika, Kota Bandung, Kamis (19/3).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Kawasan Gedung Merdeka atau ring satu peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA) ke-60 di Kota Bandung penuh nuansa putih-putih. "Nuansanya seragam, putih-putih. Nuansa itu pula yang ada pada pelaksanaan KAA tahun 1955. Semua bangunan bernuansa putih-putih atau warna senada," kata Wali Kota Bandung Ridwan Kamil di Bandung, Jumat (10/4).

Sementara itu pembenahan kawasan Gedung Merdeka yang akan menjadi tempat seremonial KAA pada 24 April mendatang sudah hampir rampung. Kawasan bangunan itu sudah berbeda dengan sebulan lalu. Gedung Merdeka sudah dipermak dengan cat bernuansa putih.

Tiang bendera yang sebelumnya berjejer di depan gedung itu dialihkan di sudut kiri gedung bersejarah itu, sedangkan bagian depannya sudah dialasi granit berwarna putih dengan alur hitam dan merah bata. Lampu-Lampu dengan tiang berukir juga menghiasi kawasan itu dan memberikan nuansa klasik jalan Asia Afrika itu.

Pada malam hari, kawasan itu penuh dengan sinar lampu yang benderang, temasuk di Gedung Werenhuis de Vries (OCBC NISP) yang berlokasi di depan Gedung Merdeka juga telah dipermak dengan nuansa yang senada.

Jalan Cikapundung timur yang berlokasi di samping kanan Gedung Merdeka telah dilapisi dengan permukaan lebih tinggi, sama halnya bagian dalam gedung itu sudah siap untuk menjamu delegasi yang akan hadir.

Sementara itu sebuah jembatan penyeberangan yang berokasi 100 meter dari Gedung Merdeka juga dipermak bernuansa klasik. Jembatan penyeberangan ukuran besar itu ditata artistik dengan membuat jendela berarsitektur artdeco.

Sedangkan sebuah tugu dengan tulisan 'ASIA AFRICA' dengan porselen warna hitam ditempatkan di persimpangan Jalan Asia Afrika dan Jalan Alun-Alun Timur. Meski posisinya sedikit menghalangi pandangan ke arah Mesjid Raya Jawa Barat namun tugu itu menjadi penanda jalan yang dulunya bernama "Postweeg" yang tertua di Kota Bandung itu.

Penataan juga dilakukan ke jalur menuju Gedung Pakuan, atau Rumah Dinas Gubernur Jabar di Jalan Oto Iskandardinata. Jalur itu rencananya adalah jalur pulang para delegasi yang akan keluar dari kawasan Gedung Merdeka di Jalan Asia Afrika menuju ke Gedung Pakuan dengan menggunakan Jalan Oto Iskandardinata yang pada saatnya nanti akan direkayasa oleh otoritas kepolisian Bandung.

Jalan yang melintas di jalur rel yang berjarak 200 meter dari Stasiun Bandung dan Gedung Pakuan itu sudah diperbaiki dan siap dilintasi. Sementara itu spanduk-spanduk peringatan dan ucapan datang bagi para delegasi sudah mulai dipasang di sepanjang jalur yang akan dilintasi oleh delegasi KAA mulai dari Jalan Padjadjaran, Jalan Wastukencana, Jalan Merdeka, Jalan Asia Afrika dan Jalan Cicendo.

Umbul-umbul yang memajang wajah Presiden RI Soekarno dan mantan Presiden Africa Selatan Nelson Mandela juga kian banyak dipasang di jalanan Kota Bandung. Foto Soekarno bertuliskan pesan 'Lahirlah Asia Africa Baru' dan foto Nelson Mandela bertuliskan 'Tidak Ada yang Mustahil'.

Sumber : Antara